Latest Post
Showing posts with label Nasihat. Show all posts
Showing posts with label Nasihat. Show all posts
07:30
Nasihat Untuk Pengusaha Muslim
Written By Cetakan Puding Silikon on Friday, 18 December 2015 | 07:30
Disusun oleh : Fadil Fuad Basymeleh
Mari kita renungkan firman – firman Allah Ta’ala berikut ini, kita
fahami, amalkan dan kita jadikan bekal dalam berusaha, insyaAllah
kebahagian hidup akan kita dapatkan dan kesuksesan yang hakiki dapat
kita raih.
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta
berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang
tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi
kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di
akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan
yang menipu”. (QS. Al-Hadid : 20)
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada
apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang
banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak
dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah
tempat kembali yang baik (surga)”. (QS. Ali ‘Imran : 14)
“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami
tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki
keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan
dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy-Syuuraa : 20)
“Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat
itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan
dianiaya sedikitpun”. (QS. An Nisaa’ : 77)
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (QS. Al A’laa : 16-17)
“Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya
maka kami akan penuhi mereka usahanya di dunia dan mereka tidak
dirugikan. Mereka di akhirat tidak mendapatkan apa-apa melainkan api
neraka dan gugurlah apa yang mereka kerjakan di dunia dan batal apa yang
mereka kerjakan.” (QS. Hud: 16).
Dengan mengutamakan akhirat dari dunia, bukan berarti Anda tidak
boleh kaya, tidak boleh sukses dalam berbisnis, bukan ! banyak sahabat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang kaya raya, mereka menikah,
mereka memiliki harta yang banyak, mereka pedagang yang sukses, dsb..
tapi mereka tidak meletakkan dunia dihati mereka, mereka tidak
mengorbankan akherat mereka demi kekayaan dunia, mereka menjadikan dunia
hanya sebagai sarana untuk kebahagiaan negeri akhirat yang kekal abadi.
Intinya adalah kita harus sadar, sesadar-sadarnya, bahwa hidup kita
di dunia ini adalah sementara, jangan tertipu, jangan mengejar dunia
dengan melanggar aturan dan larangan Allah. Jangan korbankan kebahagiaan
negeri akherat yang kekal abadi dengan kesenangan semu dan sementara
didunia ini.
Berlakulah jujur dalam berbisnis, jangan kurangi timbangan, jangan
tamak dan rakus dengan memakan harta orang lain, jangan menjual barang
yang buruk yang Anda sendiri tidak ingin memakai atau memakannya, tepati
janji, tinggalkan riba, jangan jual harga diri Anda dengan harga yang
murah dengan berkata bohong, menipu dan melanggar larangan Allah, jangan
melupakan dan menggampangkan sholat dan ibadah lainnya karena mengejar
dunia, jangan! Pastikan diri Anda tidak tertipu dunia yang fana ini!
Wallahu Ta’ala ‘alam
Sumber : Nasihat Untuk Pengusaha Muslim
Sumber : Nasihat Untuk Pengusaha Muslim
Labels:
Nasihat
11:34
Pekerjaan Paling Sulit
Written By Cetakan Puding Silikon on Friday, 11 September 2015 | 11:34
Secara mutlak pekerjaan yang paling sulit untuk dilakukan adalah menghitung nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita…
Ya Allah…
segala puji hanya untuk-Mu…
Penguasa Langit dan Bumi serta seluruh isinya…!
Bila kita bermaksiat kepada-Nya…
Ia lah yang menutupi aib kita…
Dan jika kita bertaubat kepada-Nya…
Ia lah yang mengampuni dosa dosa kita…
Dan bila kita memohon kepada-Nya…
Ia pulalah yang mengabulkannya…
Ya Robbi…
Alangkah besar kuasa-Mu…
Maka letakkan keluh kesahmu kepada-Nya di waktu sujudmu …
Sungguh…
Engkau tidak akan pernah kecewa.. !
Harapanmu tidak akan pernah sia sia…
Tanganmu tidak akan pernah kembali kosong…
Selama lamanya…!
niscaya akan aku kabulkan untuk kalian…
Faidah dari ustadz Abu Saad Nur Huda, MA
ู ุงู ุชุนุฏูุง ูุนู
ุฉ ุงููู ูุง ุชุญุตููุง ….
Dan jika kalian hendak menghitung nikmat Allah maka kalian tidak akan mampu membilangnya…Ya Allah…
segala puji hanya untuk-Mu…
Penguasa Langit dan Bumi serta seluruh isinya…!
Bila kita bermaksiat kepada-Nya…
Ia lah yang menutupi aib kita…
Dan jika kita bertaubat kepada-Nya…
Ia lah yang mengampuni dosa dosa kita…
Dan bila kita memohon kepada-Nya…
Ia pulalah yang mengabulkannya…
Ya Robbi…
Alangkah besar kuasa-Mu…
Maka letakkan keluh kesahmu kepada-Nya di waktu sujudmu …
Sungguh…
Engkau tidak akan pernah kecewa.. !
Harapanmu tidak akan pernah sia sia…
Tanganmu tidak akan pernah kembali kosong…
Selama lamanya…!
ู ูุงู ุฑุจูู
ุงุฏุนููู ุงุณุชุฌุจ ููู
….
Robb kalian memerintahkan : berdoalah kepada-Ku…!niscaya akan aku kabulkan untuk kalian…
Faidah dari ustadz Abu Saad Nur Huda, MA
Labels:
Kisah Inspiratif,
Nasihat
11:33
Tanamkan Aqidah, Mudah Tinggalkan Yang Haram
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat sebagai nabi dan rasul, beliau menghadapi lahan dakwah dan masyarakat yang memiliki banyak penyimpangan.
Mulai penyimpangan dalam masalah aqidah, ibadah, halal-haram makanan,
cara bermuamalah, termasuk penyimpangan seksual. Dan itu dilakukan
menyeluruh hampir di semua lapisan bumi…
Dari sahabat Iyadh al-Mujasyi’i, beliau menceritakan,
Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan sebuah khutbah. Beliau menyatakan,
“Sesungguhnya Rabku memerintahkanku untuk menyampaikan informasi
yang tidak kalian ketahui, yang Allah beritahukan kepadaku hari ini…
Diantaranya, Allah berfirman,
َูุฅِِّูู ุฎََْููุชُ ุนِุจَุงุฏِู ุญََُููุงุกَ َُُّูููู
ْ
َูุฅَُِّููู
ْ ุฃَุชَุชُْูู
ُ ุงูุดََّูุงุทُِูู َูุงุฌْุชَุงَูุชُْูู
ْ ุนَْู ุฏِِِูููู
ْ
َูุญَุฑَّู
َุชْ ุนََِْูููู
ْ ู
َุง ุฃَุญَْْููุชُ َُููู
ْ َูุฃَู
َุฑَุชُْูู
ْ ุฃَْู
ُูุดْุฑُِููุง ุจِู ู
َุง َูู
ْ ุฃُْูุฒِْู ุจِِู ุณُْูุทَุงًูุง َูุฅَِّู ุงََّููู َูุธَุฑَ
ุฅَِูู ุฃَِْูู ุงูุฃَุฑْุถِ َูู
ََูุชَُูู
ْ ุนَุฑَุจَُูู
ْ َูุนَุฌَู
َُูู
ْ ุฅِูุงَّ
ุจََูุงَูุง ู
ِْู ุฃَِْูู ุงِْููุชَุงุจِ…
Aku ciptakan hamba-Ku, semuanya dalam keadaaan cenderung terhadap
tauhid. Lalu mereka digoda setan, dan disesatkan dari agama mereka.
Setan-setan itu mengharamkan apa yang Aku halalkan untuk mereka.
Setan-setan itu pula, memerintahkan mereka untuk berbuat syirik,
menyekutukanku dengan sesuatu, sementara aku tidak pernah menurunkan
dalil tentang itu. Sesungguhnya Allah melihat penduduk bumi. Lalu Allah
murka kepada mereka semua, yang arab maupun non-arab, selain beberapa
orang di kalangan ahli kitab.. (HR. Muslim 7386).
Hadis ini menceritakan, suasana penyimpangan dan kesesatan manusia, sebelum Allah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi. Penyimpangan tidak hanya dialami masyarakat jazirah arab, namun di seluruh dunia.
Ilmiyah dan Amaliyah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pertama kali datang
dengan meluruskan pemahaman logika dan aqidah umat (masail ilmiyah).
Sementara pelajaran tentang masalah amaliyah, datang secara bertahap.
Beliau tanamkan aqidah yang benar di tengah umat, sebelum beliau
mengajarkan masalah halal dan haram. Ketika sisi logika telah
diluruskan, akan lebih mudah untuk mengendalikan sisi syahwat.
Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,
ุฅَِّูู
َุง َูุฒََู ุฃَََّูู ู
َุง َูุฒََู ู
ُِْูู ุณُูุฑَุฉٌ ู
َِู
ุงْูู
َُูุตَِّู َِูููุง ุฐِْูุฑُ ุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّููุงุฑِ ุญَุชَّู ุฅِุฐَุง ุซَุงุจَ
ุงَّููุงุณُ ุฅَِูู ุงูุฅِุณْูุงَู
ِ َูุฒََู ุงْูุญَูุงَُู َูุงْูุญَุฑَุงู
ُ ، ََْููู
َูุฒََู ุฃَََّูู ุดَْูุกٍ ูุงَ ุชَุดْุฑَุจُูุง ุงْูุฎَู
ْุฑَ . ََููุงُููุง ูุงَ َูุฏَุนُ
ุงْูุฎَู
ْุฑَ ุฃَุจَุฏًุง . ََْููู َูุฒََู . ูุงَ ุชَุฒُْููุง . ََููุงُููุง ูุงَ َูุฏَุนُ
ุงูุฒَِّูุง ุฃَุจَุฏًุง
Surat yang pertama-tama turun adalah surat mufshal (yang ayatnya
pendek-pendek). Membahas tentang surga dan neraka. Hingga, ketika
manusia banyak yang memeluk islam, turunlah ayat tentang halal-haram.
Andai yang turun pertama adalah ayat, ‘Jangan minum khamr’. Mereka
justru akan balik komentar, “Kami tidak akan meninggalkan khamr
selamanya.” Andai yang turu pertama kali adalah larangan, ‘Jangan
berzina’, mereka akan balik komentar, “kami tidak akan tinggalkan zina
selamanya.” (HR. Bukhari 4993)
Kita bisa lihat perubahan besar yang terjadi. Masyarakat berwatak
keras, yang dulunya tidak berperadaban, tiba-tiba menjadi sosok yang
sagat haus dengan aturan, bahkan menjadi pejuang-pejuang dakwah islam.
Apapun aturan yang Allah turunkan, mereka hanya mengucapkan satu kalimat, “Sami’naa wa atha’naa”, kami tunduk dan patuh terhadap semua aturan Allah… Allahu akbar.
Aturan dan Pengorbanan Para Sahabat
Sebagai bukti, kita akan sebutkan bagaimana sikap dan pengorbanan
para sahabat, ketika mereka berhadapan dengan aturan yang sama sekali
merugikan mereka secara ekonomi.
Pertama, peristiwa haramnya khamr
Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bercerita,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di Madinah,
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ุฅَِّู ุงََّููู ุชَุนَุงَูู ُูุนَุฑِّุถُ
ุจِุงْูุฎَู
ْุฑِ ََููุนََّู ุงََّููู ุณَُْููุฒُِู َِูููุง ุฃَู
ْุฑًุง َูู
َْู َูุงَู
ุนِْูุฏَُู ู
َِْููุง ุดَْูุกٌ ََْูููุจِุนُْู ََْْููููุชَِูุนْ ุจِِู
Wahai manusia, sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengkritik khamr.
Mungkin Allah akan menurunkan ayat lain tentang khamr. Karena itu, siapa
yang masih memiliki khamr, segera dijual atau manfaatkan.
Beliau sampaikan ini, sebelum turun ayat tentang larangan khamr.
Abu Said melanjutkan,
Tidak berselang lama, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅَِّู ุงََّููู ุชَุนَุงَูู ุญَุฑَّู
َ ุงْูุฎَู
ْุฑَ َูู
َْู
ุฃَุฏْุฑََูุชُْู َูุฐِِู ุงูุขَูุฉُ َูุนِْูุฏَُู ู
َِْููุง ุดَْูุกٌ َููุงَ َูุดْุฑَุจْ
َููุงَ َูุจِุนْ
Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr. Siapa yang telah
mendengar ayat ini, sementara dia masih memilikinya, tidak boleh
diminum, maupun dijual.
Spontan, masyarakat langsung mendatangi gentong-gentong khamr yang
mereka miliki di pinggir jalan Madinah, dan mereka menumpahkannya. (HR.
Muslim 4126).
Anda bisa bayangkan, khamr yang dulu menjadi komoditas ekspor madinah
ke daerah Syam, yang dulu menjadi sumber devisa bagi madinah, tiba-tiba
harus dibuang dan tidak boleh dimanfaatkan. Kira-kira berapa rupiah
yang mereka buang?
Ada yang lebih sangar lagi.
Peristiwa yang dialami sahabat Abu Thalhah. Beliau diamanahi untuk
memegang harta anak yatim. Oleh Abu Thalhah, harta ini dibelikan khamr,
agar hasilnya lebih banyak.
Apa yang bisa anda bayangkan, ketika Allah turunkan ayat yang mengharamkan khamr sebelum dia sempat menjualnya.
Anas bin Malik menceritakan, Abu Thalhah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ูุง ูุจู ุงููู، ุฅูู ุงุดุชุฑูุชُ ุฎู
ุฑุงً ูุฃูุชุงู
ูู ุญุฌุฑู؛ ุฃَุตَْูุนُُู ุฎًَّูุง؟
Ya Nabi, saya membeli khamr untuk anak-anak yatim di asuhanku. Bolehkah saya buat jadi cuka?
Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menjawab dengan dua kata, “Tidak boleh.”
Abu Thalhah-pun membuangnya. (HR. Ahmad 13733 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Mereka tidak berfikir, mengapa turunnya ayat khamr tidak ditunda, agar simpanan khamr itu bisa diuangkan.
Mengapa islam tidak memperhatikan keadaan anak yatim yang diasuh Abu
Thalhah. Andai ayat larangan itu bisa ditunda, tentu mereka tidak
dirugikan.
Andai orang liberal hidup di zaman itu, mereka pasti akan menggugat ayat ini.
Kasus kedua, ketika Allah mengharamkan keledai.
Keledai termasuk hewan tunggangan utama bagi masyarakat ketika itu.
Pada saat perang Khaibar, para sahabat menyembelih keledai untuk makanan
pasukan.
Anas bin Malik menceritakan peristiwa Khaibar,
Ada orang yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan melaporkan, “Banyak keledai yang disembelih untuk dimakan.”
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diam saja.
Kemudian datang orang kedua, “Banyak keledai yang disembelih untuk dimakan.”
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih diam saja.
Kemudian datang orang ketika, “Banyak keledai yang disembelih.”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang untuk mengumumkan
ุฅَِّู ุงََّููู َูุฑَุณَُُููู َََْููููุงُِููู
ْ ุนَْู ُูุญُูู
ِ ุงْูุญُู
ُุฑِ ุงูุฃََِّْูููุฉِ
bahwa Allah dan Rasul-Nya, melarang kalian untuk makan daging keledai jinak.
Kata Anas,
َูุฃُِْููุฆَุชِ ุงُْููุฏُูุฑُ ، َูุฅََِّููุง َูุชَُููุฑُ ุจِุงَّููุญْู
ِ
Periuk-periuk lalu ditumpahkan, padahal penuh dengan daging. (HR. Bukhari 4199).
Mareka tidak berfikir, mengapa wahyu haramnya keledai tidak
disampaikan sejak kemarin, sebelum keledai ini disembelih. Bukan setelah
keledai ini disembelih. Seharusnya ini bisa dimanfaatkan untuk
kendaraan.
Jangan Pernah Tinggalkan Kajian Tauhid
Ketika anda sedang serius ingin mendalami fiqih muamalah, ketika anda
sedang serius ingin memahami aturan jual beli, mohon jangan
kesampingkan tauhid. Di manapun anda berada, tauhid harus selalu
menyertai anda.
Apapun yang sedang anda tekuni, sisi tauhid tidak boleh anda
sepelekan. Tanamkan iman tentang akhirat, tentang surga dan neraka,
karena ini pengendali setiap gerakan kita.
Para ulama menasehatkan,
ุงูุชูุญูุฏ ูุง ููุชูู ู
ูู ุฅูู ุบูุฑู ุจู ููุชูู ู
ุนู ุฅูู ุบูุฑู
Tauhid tidak ditinggalkan untuk mengkaji ilmu yang lain, namun tauhid tetap disematkan setiap kali mengkaji ilmu yang lain.
Migrasi Kaum Perbankan
Ketika label syariah mulai dijadikan bahan dagangan, banyak pangkalan
harta haram tidak ingin ketinggalan kliennya. Tak terkecuali dunia
perbankan. Bersamaan dengan maraknya gerakan dakwah, masyarakat mulai
paham, bank merupakan sumber riba. Di saat yang sama, mereka tidak ingin
kehilangan nasabahnya.
Akhirnya mereka berbondong-bondong melakukan migrasi menjadi bank dengan label syariah..
Namun sayangnya, migrasi ini tidak diawali dengan membangun pondasi
aqidah yang benar. Motivasi akhirat kurang kuat untuk mendasari usaha
mereka.
Kita bisa lihat bagaimana pengaruhnya?
Motivasi terbesar mereka mengikuti syariat, justru kembali kepada
kemakmuran dunia. Ikut syariat, agar harta semakin berkah. Ikuti
syariat, agar rizqi semakin lancar. Motivasi yang justru kembali kepada
memakmurkan dunia, bukan untuk membebaskan diri dari akhirat.
Di saat yang sama, mereka juga banyak melakukan kamuflase transaksi.
Dari konvensional kepada label syariah. Sehingga yang terjadi, seolah
hanya perubahan istilah perbankan konvensional, menjadi istilah
berbahasa arab. Yang penting kelihatan lebih syar’i, meskipun hakekatnya
masih darat dengan riba.
Kita layak merasa prihatin, dengan kehadiran generasi yang ingin
disebut lebih syar’i, tapi sayang jarang ngaji. Mereka ingin sesuai
syariat, tapi mereka sendiri belum siap dengan aturan syariat.
Tanamkan pohon iman dalam jiwa, kita akan merasakan manisnya buahnya.
ุฃََูู
ْ ุชَุฑَ ََْููู ุถَุฑَุจَ ุงَُّููู ู
َุซًَูุง َِููู
َุฉً
ุทَِّูุจَุฉً َูุดَุฌَุฑَุฉٍ ุทَِّูุจَุฉٍ ุฃَุตَُْููุง ุซَุงุจِุชٌ ََููุฑْุนَُูุง ِูู
ุงูุณَّู
َุงุกِ . ุชُุคْุชِู ุฃََُُูููุง َُّูู ุญٍِูู ุจِุฅِุฐِْู ุฑَุจَِّูุง ََููุถْุฑِุจُ
ุงَُّููู ุงْูุฃَู
ْุซَุงَู َِّูููุงุณِ َูุนََُّููู
ْ َูุชَุฐََّูุฑَُูู
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan
kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya
(menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim
dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk
manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim: 24 – 25)
Allahu a’lam.
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina PengusahaMuslim.com)
Labels:
Nasihat
22:43
Tips Cara Cari Kerja
Written By Cetakan Puding Silikon on Saturday, 29 August 2015 | 22:43
Ada beberapa tips yang moga bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari kerja.
1- Pahamilah, Setiap Jiwa Tidak Akan Mati Sampai Rezekinya Sempurna
Ingat, setiap jiwa tidak akan mati sampai rezekinya sempurna. Kalau sudah ada jaminan demikian, setiap yang bekerja teruslah bekerja, jangan khawatir dengan jatah rezekinya.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅَِّู ุฑُْูุญَ ุงُููุฏُุณِ ََููุซَ ِูู ุฑَْูุนِู ุฅَِّู َْููุณًุง ูุงَ ุชَู
ُْูุชَ ุญَุชَّู ุชَุณْุชَْูู
َِู ุฑِุฒَُْููุง ، َูุงุชَُّْููุง ุงَููู َูุฃَุฌْู
ُِْููุง ِูู ุงูุทََّูุจِ ، َููุงَ َูุญْู
ََُِّูููู
ْ ุงِุณْุชَุจْุทَุงุกَ ุงูุฑِّุฒُْู ุฃَْู ุชَุทُْูุจُُْูู ุจِู
َุนَุงุตِู ุงَููู ؛ َูุฅَِّู ุงَููู ูุงَ ُูุฏْุฑُِู ู
َุง ุนِْูุฏَُู ุฅِูุงَّ ุจِุทَุงุนَุชِِู
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).
Dalam hadits di atas diperintahkan untuk mencari rezeki dengan cara yang halal. Janganlah rezeki tadi dicari dengan cara bermaksiat atau dengan menghalalkan segala cara. Kenapa ada yang menempuh cara yang haram dalam mencari rezeki? Di antaranya karena sudah putus asa dari rezeki Allah sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.
2- Cari Pekerjaan yang Halal, Jauhi yang Haram
Dalam mencari pekerjaan berusalah untuk menyeleksi pekerjaan. Carilah yang halal dan jauhilah yang haram. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ุงุชَُّููุง ุงََّููู َูุฃَุฌْู
ُِููุง ِูู ุงูุทََّูุจِ َูุฅَِّู َْููุณًุง َْูู ุชَู
ُูุชَ ุญَุชَّู ุชَุณْุชََِْููู ุฑِุฒََْููุง َูุฅِْู ุฃَุจْุทَุฃَ ุนََْููุง َูุงุชَُّููุง ุงََّููู َูุฃَุฌْู
ُِููุง ِูู ุงูุทََّูุจِ ุฎُุฐُูุง ู
َุง ุญََّู َูุฏَุนُูุง ู
َุง ุญَุฑُู
َ
“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Jika cara yang ditempuh adalah cara yang halal, tentu akan berpengaruh pada ampuhnya do’a. Sebaliknya, yang ditempuh adalah cara yang tidak halal, lihat saja bagaimana akibat buruknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุซُู
َّ ุฐََูุฑَ ุงูุฑَّุฌَُู ُูุทُِูู ุงูุณََّูุฑَ ุฃَุดْุนَุซَ ุฃَุบْุจَุฑَ َูู
ُุฏُّ َูุฏَِْูู ุฅَِูู ุงูุณَّู
َุงุกِ َูุง ุฑَุจِّ َูุง ุฑَุจِّ َูู
َุทْุนَู
ُُู ุญَุฑَุงู
ٌ َูู
َุดْุฑَุจُُู ุญَุฑَุงู
ٌ َูู
َْูุจَุณُُู ุญَุฑَุงู
ٌ َูุบُุฐَِู ุจِุงْูุญَุฑَุงู
ِ َูุฃََّูู ُูุณْุชَุฌَุงุจُ ِูุฐََِูู
“Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)
Yusuf bin Asbath berkata,
ุจََูุบََูุง ุฃَّู ุฏُุนَุงุกَ ุงูุนَุจْุฏِ َูุญْุจِุณُ ุนَِู ุงูุณَّู
َุงَูุงุชِ ุจِุณُْูุกِ ุงูู
ุทْุนَู
ِ
“Telah sampai pada kami bahwa do’a seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi.”
Lihatlah para salaf sangat memperhatikan apa yang mereka masukkan dalam perutnya. Ada yang bertanya kepada Sa’ad bin Abi Waqqash,
ุชُุณْุชَุฌَุงุจُ ุฏَุนَْูุชَُู ู
ِْู ุจََْูู ุฃَุตْุญَุงุจِ ุฑَุณُِْูู ุงِููู – ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ – ؟ ََููุงَู : ู
َุง ุฑََูุนْุชُ ุฅَِูู َูู
ِู ُْููู
َุฉً ุฅِูุงَّ َูุฃََูุง ุนَุงِูู
ٌ ู
ِْู ุฃََْูู ู
َุฌِْูุฆَُูุง ، َูู
ِْู ุฃََْูู ุฎَุฑَุฌَุชْ
“Apa yang membuat do’amu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamlainnya?” “Aku tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan aku mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,” jawab Sa’ad.
Dari Wahb bin Munabbih, ia berkata,
ู
َْู ุณَุฑَُّู ุฃَْู َูุณْุชَุฌِْูุจَ ุงُููู ุฏَุนَْูุชَُู ، َُْูููุทِุจْ ุทُุนْู
َุชَُู
“Siapa yang berharap do’anya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya.” (Dinukil dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 275-276)
3- Cari Berkah dalam Pekerjaan, Bukan Besarnya Gaji
Ada sahabat yang pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ุฃَُّู ุงَْููุณْุจِ ุฃَุทَْูุจُ َูุงَู ุนَู
َُู ุงูุฑَّุฌُِู ุจَِูุฏِِู َُُّููู ุจَْูุนٍ ู
َุจْุฑُูุฑٍ
“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi)
Kita dapat mengambil pelajaran penting bahwa para sahabat tidak bertanya manakah pekerjaan yang paling banyak penghasilannya. Namun yang mereka tanya adalah manakah yang paling thoyyib (diberkahi). Sehingga dari sini kita tahu bahwa tujuan dalam mencari rezeki adalah mencari yang paling berkah, bukan mencari manakah pekerjaan yang penghasilannya paling besar. Karena penghasilan yang besar belum tentu berkah. Demikian penjelasan berharga dari Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al Fauzan dalam Minhatul ‘Allam, 6: 10.
Pekerjaan yang gajinya besar pun kadang sampai melalaikan dari ibadah seperti shalat. Sungguh mengkhawatirkan.
4- Jauhkan Diri dari Pekerjan Meminta-Minta
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู
َุง َูุฒَุงُู ุงูุฑَّุฌُُู َูุณْุฃَُู ุงَّููุงุณَ ุญَุชَّู َูุฃْุชَِู َْููู
َ ุงَِْูููุงู
َุฉِ َْููุณَ ِูู َูุฌِِْูู ู
ُุฒْุนَุฉُ َูุญْู
ٍ
“Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (HR. Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040)
Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู
َْู ุณَุฃََู ู
ِْู ุบَْูุฑِ َْููุฑٍ ََููุฃََّูู
َุง َูุฃُُْูู ุงْูุฌَู
ْุฑَ
“Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.” (HR. Ahmad 4: 165. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)
Perlu dipahami bahwa hanya tiga orang yang diperbolehkan meminta-minta sebagaimana disebutkan dalam hadits Qabishah, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
َูุง َูุจِูุตَุฉُ ุฅَِّู ุงْูู
َุณْุฃََูุฉَ ูุงَ ุชَุญُِّู ุฅِูุงَّ ูุฃَุญَุฏِ ุซَูุงَุซَุฉٍ ุฑَุฌٍُู ุชَุญَู
ََّู ุญَู
َุงَูุฉً َูุญََّูุชْ َُูู ุงْูู
َุณْุฃََูุฉُ ุญَุชَّู ُูุตِูุจََูุง ุซُู
َّ ُูู
ْุณُِู َูุฑَุฌٍُู ุฃَุตَุงุจَุชُْู ุฌَุงุฆِุญَุฉٌ ุงุฌْุชَุงุญَุชْ ู
َุงَُูู َูุญََّูุชْ َُูู ุงْูู
َุณْุฃََูุฉُ ุญَุชَّู ُูุตِูุจَ َِููุงู
ًุง ู
ِْู ุนَْูุดٍ – ุฃَْู َูุงَู ุณِุฏَุงุฏًุง ู
ِْู ุนَْูุดٍ – َูุฑَุฌٍُู ุฃَุตَุงุจَุชُْู َูุงَูุฉٌ ุญَุชَّู َُูููู
َ ุซَูุงَุซَุฉٌ ู
ِْู ุฐَِูู ุงْูุญِุฌَุง ู
ِْู َْููู
ِِู ََููุฏْ ุฃَุตَุงุจَุชْ ُููุงًَูุง َูุงَูุฉٌ َูุญََّูุชْ َُูู ุงْูู
َุณْุฃََูุฉُ ุญَุชَّู ُูุตِูุจَ َِููุงู
ًุง ู
ِْู ุนَْูุดٍ – ุฃَْู َูุงَู ุณِุฏَุงุฏًุง ู
ِْู ุนَْูุดٍ – َูู
َุง ุณَِูุงَُّูู ู
َِู ุงْูู
َุณْุฃََูุฉِ َูุง َูุจِูุตَุฉُ ุณُุญْุชًุง َูุฃَُُْูููุง ุตَุงุญِุจَُูุง ุณُุญْุชًุง
“Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang:
(1) seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya,
(2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan
(3) seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup.
Meminta-minta selain ketiga hal itu, wahai Qabishah adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram.” (HR. Muslim no. 1044)
Patut dipahami bahwa orang miskin yang sebenarnya adalah seperti yang disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah berikut, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
َْููุณَ ุงْูู
ِุณُِْููู ุงَّูุฐِู ุชَุฑُุฏُُّู ุงูุฃَُْููุฉُ َูุงูุฃَُْููุชَุงِู ، ََِِูููู ุงْูู
ِุณُِْููู ุงَّูุฐِู َْููุณَ َُูู ุบًِูู ََููุณْุชَุญِْูู ุฃَْู ูุงَ َูุณْุฃَُู ุงَّููุงุณَ ุฅِْูุญَุงًูุง
“Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia malu atau tidak meminta dengan cara mendesak.” (HR. Bukhari no. 1476). Orang miskin berarti bukan pengemis. Orang miskin adalah yang sudah bekerja, namun tetap belum mencukupi kebutuhan pokoknya.
5- Cari Pekerjaan yang Tidak Menyengsarakan Orang Lain
Ada salah satu pekerjaan yang terlarang yaitu menimbun barang sehingga mematikan stok barang di pasaran, terutama untuk barang kebutuhan pokok yang diperlukan masyarakat banyak. Dalam hadits disebutkan,
ูุงَ َูุญْุชَِูุฑُ ุฅِูุงَّ ุฎَุงุทِุฆٌ
“Tidak boleh menimbun barang, jika tidak, maka ia termasuk orang yang berdosa.” (HR. Muslim no. 1605).
Apa hikmah terlarangnya menimbun barang?
Imam Nawawi berkata, “Hikmah terlarangnya menimbun barang karena dapat menimbulkan mudarat bagi khalayak ramai.” (Syarh Shahih Muslim, 11: 43).
Namanya orang yang berutang, rata-rata adalah rakyat kecil atau mereka memang orang yang butuh. Apakah pantas orang yang butuh semacam itu disengsarakan? Rata-rata pula orang bisa stress dan bahkan bisa gantung diri hanya karena tumpukan utang pada para rentenir. Karena prinsip utang di zaman ini hanyalah untuk mencari untung. Dan itu menyengsarakan rakyat jelata sama halnya menimbun barang yang penulis singgung di atas.
Bahkan di tempat kami di Gunungkidul, rata-rata yang gantung diri atau bunuh diri adalah karena masalah utang yang berat yang mesti dilunasi di rentenir. Bahkan tingkat bunuh diri di Gunungkidul dapat dibilang sangat tinggi. Sebab utama karena masalah ekonomi yaitu numpuknya utang. Bank saat ini tak jauh dari kerjaan para rentenir walau mungkin bunganya lebih ringan. Tetapi riba tetap haram tak pandang ringannya. Karena para ulama menyepakati, “Setiap utang piutang yang di dalamnya meraup keuntungan (ada manfaat yang diambil), maka itu adalah riba.”
6- Banyak Do’a Supaya dapat Rezeki yang Halal
Tanpa do’a dan tanpa banyak memohon pada Allah, kita sulit mendapatkan yang halal. Hanya dengan banyak terus memohon pada Allah, kita akan dipermudah untuk raih yang halal.
Cobalah terus meminta pada Allah untuk mendapatkan pekerjaan yang halal sebagaimana yang Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan berikut ini,
ุงَُّูููู
َّ ุงِِْูููู ุจِุญَูุงََِูู ุนَْู ุญَุฑَุงู
َِู َูุฃَุบِِْููู ุจَِูุถَِْูู ุนَู
َّْู ุณَِูุงَู
“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak”
[Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu] (HR. Tirmidzi no. 3563, hasan menurut At Tirmidzi, begitu pula hasan kata Syaikh Al Albani)
Share tulisan ini jika menarik. Moga membuka hati yang lain.
—
Naskah Khutbah Jumat di Masjid Baiturrahim, Klampok, Purwosari, Gunungkidul
Selesai disusun di Darush Sholihin Gunungkidul, Jumat, 4 Sya’ban 1436 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com
Labels:
Artikel Entrepreneur,
Nasihat
10:18

2 Memperbaiki Diri

3 Kriteria Jangan Muluk

4 Terus Berdoa

5 Perbanyak Ibadah Sunnah

6 Memperluas Jaringan

7 Nyatakan Isi Hati

8 Minta Bantuan Orang Lain

9Tawakkal dan Pasrah

Bagi Pengusaha Muslim Bujanghidin ; 9 Rahasia Mendapatkan Jodoh Shalihah
Mendapatkan jodoh yang sholehah adalah keinginan hampir semua laki-laki. Bahkan seorang laki-laki yang sadar dirinya tidak baik pun menginginkan istrinya kelak adalah istri yang sholehah. Mendapatkan jodoh yang sholehah itu nggak mudah. Logikanya, untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dan berkualitas tentu sulit kan? Apalagi di zaman modern dan super bebas seperti sekarang.
Namun ada beberapa hal yang bisa kamu terapkan sebagai usaha untuk mendapatkan jodoh sholehah itu. Apa saja? Berikut penjelasannya.
Oh iya, walaupun tulisan ini untuk kamu yang laki-laki, kamu cewek-cewek juga dipersilahkan membaca lho ya. Karena secara umum rahasia mendapatkan jodoh yang sholeh juga seperti beberapa hal ini.
1 Niat yang Benar
pixabay.com
Dalam Islam, niat itu adalah hal yang paling pertama dinilai. Niat juga akan mempengaruhi setiap perbuatan yang kita lakukan nanti akan dihitung sebagai sebuah kebaikan dan ibadah atau perbuatan yang sia-sia. Sebelum mulai mencari jodoh, pastikan niat kamu untuk menikah sudah benar. Pastikan niat kamu menikah karena Allah dan Rasulnya. Niatkan menikah karena ingin menggapai ridha Allah, mengikuti sunnah Rasul dan menyempurnakan iman kamu.
Jika niat kamu masih sebatas hal-hal sepele dan remeh, sebaiknya niat tersebut diluruskan dulu. Apalagi jika niatnya hanya sebatas ingin merasakan kenikmatan dunia dengan cara halal. Walaupun tidak salah juga, namun niat seperti ini akan mengurangi nilai kesakralan dan keberkahan sebuah pernikahan.
2 Memperbaiki Diri
pixabay.com
Ingat rumus umumnya, wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik. Begitu juga sebaliknya. Maka, untuk mendapatkan jodoh yang sholehah dan baik tentu kamu harus baik terlebih dahulu. Coba kamu kira-kira sendiri diri kamu sekarang sudah di level mana, sudah sebaik apa. Evaluasi diri dan cari tahu kekurangan kamu apa aja. Lalu bikin program untuk melakukan perbaikan dari hasil evaluasi tersebut.
3 Kriteria Jangan Muluk
pixabay.com
Salah satu ciri laki-laki yang susah jodohnya adalah memiliki kriteria yang terlalu muluk. Para lelaki ini menginginkan seorang wanita yang cantik, manis, putih, tinggi, pendidikan minimal S1, anak orang kaya dan berbagai kriteria yang lain. Sebenarnya tidak salah juga asal kamunya bisa mengimbangi dengan ketampanan, kekayaan dan pendidikan yang sama. Yang jadi masalah adalah ketika kamu biasa saja namun ingin istri yang luar biasa. Oleh karena itu, jangan terlalu muluk dalam memilih jodoh. Carilah jodoh yang sekufu atau sepantaran. Baik dalam kondisi fisik, finansial, sosial dan kriteria lainnya.
4 Terus Berdoa
hamilton.edu
Jika doa kamu untuk mendapatkan jodoh yang sholehah belum dikabulkan Allah, jangan putus asa. Teruslah berdoa hingga suatu saat Allah akan mengabulkannya. Setiap doa pasti akan dikabulkan oleh Allah. Jika saat ini doa kamu belum juga terkabul, ada beberapa kemungkinan. Pertama, Allah sedang menunda mengabulkannya, bukan tidak mengabulkan. Kedua, Allah mengganti dengan yang lebih baik. Ketiga, ada yang salah dengan doa kamu.
Jadi, teruslah berdoa dan yakini Allah akan mengabulkan doa tersebut atau mengganti permintaan kamu dengan yang lebih baik. Kemudian, coba evaluasi mana tau ada yang salah dengan doa kamu baik tata cara maupun isinya.
5 Perbanyak Ibadah Sunnah
islam.com.kw
Poin ini sebenarnya nyambung dengan poin kedua tadi. Memperbanyak ibadah sunnah adalah salah satu bentuk perbaikan diri. Jika kamu selama ini jarang shalat dhuha, mulai sekarang rutinkan shalat dhuha. Jika selama ini tidak pernah tahajjud, mulai nanti malam rutinkan tahajjud. Jangan lupa selalu shalat berjamaah di masjid. Perbanyak juga membaca Alquran, bersedekah, puasa sunnah, shalat sunnah rawatib dan lain sebagainya. Mudah-mudahan kamu juga akan mendapatkan istri yang juga sedang memperbaiki diri dengan ibadah-ibadah sunnah tersebut.
6 Memperluas Jaringan
circleback.com
Memperluas jaringan di sini maksudnya memperluas pergaulan. Gabung di komunitas-komunitas baru. Cari forum-forum baru yang kamu belum tau sebelumnya. Jika kamu masih kuliah, gabung dengan berbagai organisasi yang ada di kampus kamu. Dengan begitu, kamu mengenal banyak orang baru. Nah, dari sana mudah-mudahan ada salah satu yang bisa menjadi calon istri
kamu. Atau, salah satu dari teman baru kamu bisa memperkenalkan kamu ke satu atau beberapa wanita sholehah. Jadi, hal yang harus kamu pastikan adalah setiap komunitas yang akan kamu dekati adalah komunitas yang baik.
7 Nyatakan Isi Hati
pixabay.com
Iya, nyatakan isi hati kamu ke doi. Tapi nyatakan dengan cara yang elegan. Jangan lakukan dengan cara rendahan seperti “maukah kau menjadi pacarku?” kayak orang mau jadian pacaran. Cara yang elegan itu seperti apa? Ta’aruf! Cari seorang wanita yang menurut kamu sesuai dengan kriteria kamu. Ajak dia untuk saling tukar CV. Atur pertemuan untuk saling tanya jawab dengan didampingi satu atau beberapa orang. Jika cocok, segera lanjut ke pernikahan. Simpel kan? 
8 Minta Bantuan Orang Lain
pixabay.com
Kalau kamu merasa sudah siap menikah, segera lakukan. Untuk bisa menemukan jodoh yang sholehah, kadang kita memang membutuhkan orang lain. Apalagi jika kamu memang tipe pendiam dan kurang bergaul. Orang pertama yang bisa kamu mintai tolong tentu orang tua kamu. Bisa juga ke kakak, saudara, teman atau kenalan kamu.
9Tawakkal dan Pasrah
pixabay.com
Setelah berbagai usaha tersebut sudah kamu lakukan. Kini saatkan untuk bertawakkal dan berpasrah diri kepada apapun keputusan Allah. Tapi ingat ya, tawakkal itu ada di akhir usaha. Bukan di awal atau di tengah usaha. Jadi jangan bilang kamu tawakkal jika usaha kamu masih sedikit atau belum maksimal. Di tahap ini, kamu juga harus terus memperbaiki diri dan memperbanyak doa.
Sumber : Rahasia Jodoh Shalihah
Labels:
Artikel Entrepreneur,
Nasihat


.jpg)