Latest Post
Showing posts with label Proposal Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Proposal Bisnis. Show all posts
21:25
Proposal Bisnis Penetasan Telur
Written By Cetakan Puding Silikon on Wednesday, 25 March 2015 | 21:25
Usaha penetasan telur itik atau bebek merupakan kegiatan yang sudah
dilakukan peternak sejak bertahun-tahun. Akan tetapi pola penetasan
petani masih menggunakan cara alami dengan memanfaatkan ayam atau entok
sebagai sarana penetasan.
Metode penetasan telur itik yang lebih modern menggunakan Mesin Tetas telur itik atau bebek dengan berbagai macam model. Peluang usaha di bidang penetasan telur itik cukup terbuka. Itik atau bebek merupakan hewan unggas yang sudah cukup populer di masyarakat kita. Tidak hanya telur asin saja yang dapat dibuat dari telur itik, ada banyak aneka makanan yang dibuat dengan bahan dasar telur itik. Selain telur itik yang dimanfaatkan sebagai aneka makanan, daging itik juga cukup banyak digemari oleh masyarakat. Diantara makanan dari daging itik adalah bebek goreng, bebek bakar, rica-rica bebek kremes dan lain sebagainya. Dengandemikian peluang usaha dari unggas ini cukup terbuka lebar bagi pengusaha yang berminat menggelutinya. Tidak hanya dari sektor pengolahan hasil ternakan itik saja tetapi juga dari bisnis-bisnis lainnya, diantaranya penyediaan bibit itik yang berkualitas. Penyediaan bibit itik dapat dilakukan dengan cara konvensional melalui pengeraman indukan ayam dan penetasan telur itik dengan mesin tetas telur.
Untuk skala besar dan tujuan bisnis tentu tidak mungkin kita menggunakan ayam sebagai alat penetas telur. Maka peluang Usaha Penetasan Telur Itik dengan menggunakan Mesin Penetas merupakan alternatif yang akan dibahas. Usaha bisnis penetasan telur itik sebenarnya cukup memiliki potensi mendatangkan keuntungan. Selain manajemen produksi yang baik diperlukan pula manajemen penetasan berdasarkan kualitas hasil tetasan yang baik.
Peluang bisnis penetasan telur itik ini dapat dilakukan pada skala rumah tangga dan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). Karena proses dan perlengkapan yang cukup sederhana. Selain itu harga mesin penetas telur itik juga cukup terjangkau ada yang berharga murah dan ada yang berharga cukup mahal, tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan saja. Mengenai ragam mesin penetas telur dapat dilihat pada tulisan ini. Gambaran potensi peluang usaha ini dapat dilihat dari harga DOD (Day Old Duck) betina biasanya dihargai sampai lima kali harga telur. Sedangkan untuk DOD jantan dihargai sama atau maksimal dua kali harga telur yang belum menetas. Tingkat daya tetas menggunakan mesin tetas memang lebih rendah jika dibandingkan dengan cara alami dengan indukan ayam. Pengeraman dengan ayam daya tetas bisa mencapai 90 s/d 100%, sedangkan dengan mesin tetas daya tetas berkisar 75% sampai dengan 90%, tergantung berbagai macam faktor. Jumlah telur itik yang menetas juga masih perlu diseleksi jenis kelamin jantan dan betinanya.
Sulit memprediksikan jenis kelamin telur yang menetas kadang lebih banyak betina, kadang lebih banyak jantan dan kadang sama. Untuk lebih mudahnya karena peluang jantan dan betina sama maka diasumsikan DOD yang dihasilkan pada model penetasan telur itik dengan mesin penetas ini adalah Jantan : Betina 50:50. Peluang 50:50 ini tidak ada perbedaan antara penetasan telur dengan cara alami dengan penetasan telur dengan mesin penetas, peluangnya sama saja.
Persiapan Usaha Penetasan Telur Itik
1. Persiapan Tempat
Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan usaha penetasan telur itik mengunakan mesin penetas adalah faktor tempat. Tempat untuk penempatan mesin tetas diusahakan tidak terkena matahari secara langsung dan tidak terkena angin secara langsung. Hal ini untuk menghindari perubahan suhu yang cukup ekstrim, yang berkakibat kurang baiknya daya tetas telur. Pastikan tempat dan mesin tetas dalam kondisi yang higienis dan steril dari kuman dan bakteri. Kuman dan bakteri akan mengganggu daya tetas telur. Biasanya sebelum telur-telur itik dimasukkan ke dalam mesin penetas, lingkungan dan mesin tetas disemprot terlebih dahulu menggunakan disinfectan. Penyemprotan mengunakan disinfectan pada tempat dan mesin penetas membuat bakteri dan kuman-kuman mati, sehingga aman bagi kelangsungan hidup embrio itik dalam telur.
2. Persiapan mesin Tetas
Selain faktor tempat , Kualitas mesin penetas memiliki peranan yang cukup penting dalam kesuksesan usaha penetasan telur itik ini. Mesin penetas diupayakan memiliki lingkungan dan kondisi yang mirip dengan induk ayam/entok, suhu, kelembaban dan lain-lain. Pastikan mesin tetas yang dipilih berkualitas bagus, rapat tetapi cukup memiliki ventilasi udara yang baik. Pastikan juga mesin tetas beroperasi dengan baik, misalnya suhu ruangan bisa mencapai sudu ideal 37-38 derajat C, dan memiliki termostat sebagai pengatur suhu. Meski pada rentang suhu 36 s/d 42 derajat C telur bisa menetas tetapi suhu optimal diupayakan pada 38-39 derajat C. Biasanya pada mesin penetas telur yang dibeli sudah dilengkapi dengan termometer ruang, untuk memonitor suhu dalam ruangan mesin penetas. Kelembaban udara yang diukur dengan Hygrometer didalam ruang mesin penetas (incubator) haruslah dijaga pada kisaran 55-60% untuk 18 hari pertama di incubator dan lebih tinggi setelah itu. Mesin Penetas yang baik dan berharga mahal biasanya dilengkapi dengan Hygrometer ini, namun jika tidak tersedia bisa dibeli sendiri.
3. Pemilihan Telur sebagai Bibit
Dalam manajemen Usaha Penetasan telur itik pemilihan telur sangat menentukan daya tetas telur itik. Telur itik dipilih dari indukan yang tidak terkalu muda dan tidak terlalu tua, dengan rasio Jantan:Betina 1:5 sampai dengan 1:8. Cangkang telur dipilih yang tidak terlalu tebal karena akan sulit untuk pecah saat akan menetas. Cangkang yang terlalu tipis juga tidak layak untuk dipilih. Pilih telur yang oval tetapi jangan terlalu lonjong atau bulat.
Proses Penetasan Telur Itik
1. Pemasukan Telur
Pemasukan Telur ke dalam mesin tetas hendaknya dilakukan pada saat mesin tetas benar-benar siap untuk dipergunakan, antara lain suhu sudah sesuai dengan standard, kelembapan udara juga demikian. Sebelum dimasukkan kedalam mesin penetas telur dicuci dengan air hangat suam-suam kuku, agar kotoran dan bakteri yang menempel pada telur hilang. Selain itu telur yang bersih memudahkan kita mengamati perkembangan anakan itik dalam telur. Selama 3 hari pertama telur kita diamkan dalam mesin penetas dan tidak usah dibuka. Letakkan bagian yang runcing di bagian bawah, bagian yang mengandung rongga udara di posisi atas, jika di dalam mesin penetas tidak terdapat tatakan telur, bisa dibuat sekat-sekat dengan kayu atau bilah bambu agar telur tidak menggelinding dan mudah diatur dalam mesin penetas. Jika telur mudah bergerak dan menggelinding bebas di dalam mesin penetas, akan sulit dikontrol telur yang sudah dibalik atau belum.
2. Pengeraman Telur
Setelah 3 hari biasanya sudah bisa kita lihat telur-telur yang memiliki benih atau tidak. Telur yang tidak memiliki benih itik biasanya karena tidak dibuahi oleh itik jantan. Telur yang tidak dibuahi tidak akan menetas sehingga perlu kita afkir untuk dikonsumsi dan masih bisa dijual atau dijadikan makanan. Telur yang Memasuki hari keempat sampai hari ke 25 , telur itik sudah harus kita bolak-balik sehari 2 sampai 6 kali, frekuansi pemutaran telur akan berpengaruh pada daya tetas telur. Semakin sering akan semakin baik. Pada hari keempat tersebut telur perlu diangin-anginkan dengan cara membuka tutup mesin penetas selama kurang lebih 10 sampai dengan 15 menit. Proses mengangin-anginkan telur ini perlu dilakukan seriap 3 sampai 4 hari sekali sampai hari ke 25. Dalam masa pengeraman ini yang perlu diperhatikan selain suhu dijaga supaya tetap konstan adalah kelembapan udara. Jika kelembapan dirasa kurang bisa ditambahkan dengan menyemprotkan air hangat ke telur-telur. Untuk memudahkan mengontrol telur sudah dibalik atau belum, beri tanda dengan spidol pada tiap-tiap sisi telur, misalnya sisi bawah diberi tanda A sisi atas diberi tanda B.
3. Masa Menetas
Telur itik akan mulai pecah sedikit demi sedikit, pada hari ke 26 sudah mulai terdengar suara dan cangkang yang terbuka pada bagian paruhnya. Pada hari ke 28 telur dalam mesin penetas yang normal sudah akan menetas semuanya. Perlu dicermati, jika ada telur yang susa pecah, perlu dibantu mengelupas dengan tangan tetapi harus hati-hati. Biasanya karena cangkang terlalu tebal. Anakan itik yang sudah menetas perlu segera dipindahkan ke tempat lain yang suhunya hampir sama dengan suhu ruang penetasan. Bersihkan ruang mesin penetas dari cangkang dan kotoran-kotoran lainnya agar tidak menggangu telur yang belum menetas.
4. Seleksi DOD
Anakan itik yang berusia 1 sampai 4 hari lebih mudah dibedakan jenis kelaminnya dibandingkan dengan anakan itik berusia satu minggu. Warna itik betina lebih terang dan bersih, sedangkan itik jantan lebih gelap. Jika diperhatikan suara anak itik betina lebih melengking. Cara lain adalah dengan melihat melalui anus dengan cara menekannya, meski cara ini cukup membuat itik tersiksa tapi cukup efektif. Itik jantan terlihat memiliki alat kelamin yang menonjol. Untuk membedakan anakan itik jantan dan betina bisa dilihat dari warna paruhnya. Itik Jantan cenderung lebih berwarna gelap sedang itik betina berwarna terang.
Analisa Bisnis
Meskipun ini adalah hitung-hitungan kasar tetapi bisa dipergunakan untuk menganalisa gambaran usaha penetasan telur itik ini. Diasumsikan kita akan menetaskan telur itik sejumlah 100 butir. Telur itik akan menetas dalam waktu 28 hari.
Biaya Yang dikeluarkan:
* 100 butir telur @Rp 1000 = Rp 100.000
* Listrik 28 Hari = Ro 15.000
* Operasional = Rp 15.000
* Total Pengeluaran = Rp 130.000
Hasil Yang diperoleh:
DOD Menetas diasumsikan 75% atau 75 ekor anakan itik (DOD) dari 75 ekor tersebut 38 Betina dan 37 Jantan.
* 38 ekor DOD Betina @Rp 5000 = Rp 190.000
* 37 ekor DOD Jantan @Rp 1500 = Rp 55.500
* Total hasil = Rp 245.500
Keuntungan yang diperoleh dari 100 butir telur itik selama sebulan Rp 245.500 – 130.000 = Rp 115.500. Jika jumlah telur yang dierami 1000 butir keuntungan yang bisa diperoleh juga 10 kali lipat dari itu yaitu Rp 1.115.500. Selamat Mencoba.
Sumber : http://galeriukm.web.id/
Metode penetasan telur itik yang lebih modern menggunakan Mesin Tetas telur itik atau bebek dengan berbagai macam model. Peluang usaha di bidang penetasan telur itik cukup terbuka. Itik atau bebek merupakan hewan unggas yang sudah cukup populer di masyarakat kita. Tidak hanya telur asin saja yang dapat dibuat dari telur itik, ada banyak aneka makanan yang dibuat dengan bahan dasar telur itik. Selain telur itik yang dimanfaatkan sebagai aneka makanan, daging itik juga cukup banyak digemari oleh masyarakat. Diantara makanan dari daging itik adalah bebek goreng, bebek bakar, rica-rica bebek kremes dan lain sebagainya. Dengandemikian peluang usaha dari unggas ini cukup terbuka lebar bagi pengusaha yang berminat menggelutinya. Tidak hanya dari sektor pengolahan hasil ternakan itik saja tetapi juga dari bisnis-bisnis lainnya, diantaranya penyediaan bibit itik yang berkualitas. Penyediaan bibit itik dapat dilakukan dengan cara konvensional melalui pengeraman indukan ayam dan penetasan telur itik dengan mesin tetas telur.
Untuk skala besar dan tujuan bisnis tentu tidak mungkin kita menggunakan ayam sebagai alat penetas telur. Maka peluang Usaha Penetasan Telur Itik dengan menggunakan Mesin Penetas merupakan alternatif yang akan dibahas. Usaha bisnis penetasan telur itik sebenarnya cukup memiliki potensi mendatangkan keuntungan. Selain manajemen produksi yang baik diperlukan pula manajemen penetasan berdasarkan kualitas hasil tetasan yang baik.
Peluang bisnis penetasan telur itik ini dapat dilakukan pada skala rumah tangga dan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). Karena proses dan perlengkapan yang cukup sederhana. Selain itu harga mesin penetas telur itik juga cukup terjangkau ada yang berharga murah dan ada yang berharga cukup mahal, tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan saja. Mengenai ragam mesin penetas telur dapat dilihat pada tulisan ini. Gambaran potensi peluang usaha ini dapat dilihat dari harga DOD (Day Old Duck) betina biasanya dihargai sampai lima kali harga telur. Sedangkan untuk DOD jantan dihargai sama atau maksimal dua kali harga telur yang belum menetas. Tingkat daya tetas menggunakan mesin tetas memang lebih rendah jika dibandingkan dengan cara alami dengan indukan ayam. Pengeraman dengan ayam daya tetas bisa mencapai 90 s/d 100%, sedangkan dengan mesin tetas daya tetas berkisar 75% sampai dengan 90%, tergantung berbagai macam faktor. Jumlah telur itik yang menetas juga masih perlu diseleksi jenis kelamin jantan dan betinanya.
Sulit memprediksikan jenis kelamin telur yang menetas kadang lebih banyak betina, kadang lebih banyak jantan dan kadang sama. Untuk lebih mudahnya karena peluang jantan dan betina sama maka diasumsikan DOD yang dihasilkan pada model penetasan telur itik dengan mesin penetas ini adalah Jantan : Betina 50:50. Peluang 50:50 ini tidak ada perbedaan antara penetasan telur dengan cara alami dengan penetasan telur dengan mesin penetas, peluangnya sama saja.
Persiapan Usaha Penetasan Telur Itik
1. Persiapan Tempat
Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan usaha penetasan telur itik mengunakan mesin penetas adalah faktor tempat. Tempat untuk penempatan mesin tetas diusahakan tidak terkena matahari secara langsung dan tidak terkena angin secara langsung. Hal ini untuk menghindari perubahan suhu yang cukup ekstrim, yang berkakibat kurang baiknya daya tetas telur. Pastikan tempat dan mesin tetas dalam kondisi yang higienis dan steril dari kuman dan bakteri. Kuman dan bakteri akan mengganggu daya tetas telur. Biasanya sebelum telur-telur itik dimasukkan ke dalam mesin penetas, lingkungan dan mesin tetas disemprot terlebih dahulu menggunakan disinfectan. Penyemprotan mengunakan disinfectan pada tempat dan mesin penetas membuat bakteri dan kuman-kuman mati, sehingga aman bagi kelangsungan hidup embrio itik dalam telur.
2. Persiapan mesin Tetas
Selain faktor tempat , Kualitas mesin penetas memiliki peranan yang cukup penting dalam kesuksesan usaha penetasan telur itik ini. Mesin penetas diupayakan memiliki lingkungan dan kondisi yang mirip dengan induk ayam/entok, suhu, kelembaban dan lain-lain. Pastikan mesin tetas yang dipilih berkualitas bagus, rapat tetapi cukup memiliki ventilasi udara yang baik. Pastikan juga mesin tetas beroperasi dengan baik, misalnya suhu ruangan bisa mencapai sudu ideal 37-38 derajat C, dan memiliki termostat sebagai pengatur suhu. Meski pada rentang suhu 36 s/d 42 derajat C telur bisa menetas tetapi suhu optimal diupayakan pada 38-39 derajat C. Biasanya pada mesin penetas telur yang dibeli sudah dilengkapi dengan termometer ruang, untuk memonitor suhu dalam ruangan mesin penetas. Kelembaban udara yang diukur dengan Hygrometer didalam ruang mesin penetas (incubator) haruslah dijaga pada kisaran 55-60% untuk 18 hari pertama di incubator dan lebih tinggi setelah itu. Mesin Penetas yang baik dan berharga mahal biasanya dilengkapi dengan Hygrometer ini, namun jika tidak tersedia bisa dibeli sendiri.
3. Pemilihan Telur sebagai Bibit
Dalam manajemen Usaha Penetasan telur itik pemilihan telur sangat menentukan daya tetas telur itik. Telur itik dipilih dari indukan yang tidak terkalu muda dan tidak terlalu tua, dengan rasio Jantan:Betina 1:5 sampai dengan 1:8. Cangkang telur dipilih yang tidak terlalu tebal karena akan sulit untuk pecah saat akan menetas. Cangkang yang terlalu tipis juga tidak layak untuk dipilih. Pilih telur yang oval tetapi jangan terlalu lonjong atau bulat.
Proses Penetasan Telur Itik
1. Pemasukan Telur
Pemasukan Telur ke dalam mesin tetas hendaknya dilakukan pada saat mesin tetas benar-benar siap untuk dipergunakan, antara lain suhu sudah sesuai dengan standard, kelembapan udara juga demikian. Sebelum dimasukkan kedalam mesin penetas telur dicuci dengan air hangat suam-suam kuku, agar kotoran dan bakteri yang menempel pada telur hilang. Selain itu telur yang bersih memudahkan kita mengamati perkembangan anakan itik dalam telur. Selama 3 hari pertama telur kita diamkan dalam mesin penetas dan tidak usah dibuka. Letakkan bagian yang runcing di bagian bawah, bagian yang mengandung rongga udara di posisi atas, jika di dalam mesin penetas tidak terdapat tatakan telur, bisa dibuat sekat-sekat dengan kayu atau bilah bambu agar telur tidak menggelinding dan mudah diatur dalam mesin penetas. Jika telur mudah bergerak dan menggelinding bebas di dalam mesin penetas, akan sulit dikontrol telur yang sudah dibalik atau belum.
2. Pengeraman Telur
Setelah 3 hari biasanya sudah bisa kita lihat telur-telur yang memiliki benih atau tidak. Telur yang tidak memiliki benih itik biasanya karena tidak dibuahi oleh itik jantan. Telur yang tidak dibuahi tidak akan menetas sehingga perlu kita afkir untuk dikonsumsi dan masih bisa dijual atau dijadikan makanan. Telur yang Memasuki hari keempat sampai hari ke 25 , telur itik sudah harus kita bolak-balik sehari 2 sampai 6 kali, frekuansi pemutaran telur akan berpengaruh pada daya tetas telur. Semakin sering akan semakin baik. Pada hari keempat tersebut telur perlu diangin-anginkan dengan cara membuka tutup mesin penetas selama kurang lebih 10 sampai dengan 15 menit. Proses mengangin-anginkan telur ini perlu dilakukan seriap 3 sampai 4 hari sekali sampai hari ke 25. Dalam masa pengeraman ini yang perlu diperhatikan selain suhu dijaga supaya tetap konstan adalah kelembapan udara. Jika kelembapan dirasa kurang bisa ditambahkan dengan menyemprotkan air hangat ke telur-telur. Untuk memudahkan mengontrol telur sudah dibalik atau belum, beri tanda dengan spidol pada tiap-tiap sisi telur, misalnya sisi bawah diberi tanda A sisi atas diberi tanda B.
3. Masa Menetas
Telur itik akan mulai pecah sedikit demi sedikit, pada hari ke 26 sudah mulai terdengar suara dan cangkang yang terbuka pada bagian paruhnya. Pada hari ke 28 telur dalam mesin penetas yang normal sudah akan menetas semuanya. Perlu dicermati, jika ada telur yang susa pecah, perlu dibantu mengelupas dengan tangan tetapi harus hati-hati. Biasanya karena cangkang terlalu tebal. Anakan itik yang sudah menetas perlu segera dipindahkan ke tempat lain yang suhunya hampir sama dengan suhu ruang penetasan. Bersihkan ruang mesin penetas dari cangkang dan kotoran-kotoran lainnya agar tidak menggangu telur yang belum menetas.
4. Seleksi DOD
Anakan itik yang berusia 1 sampai 4 hari lebih mudah dibedakan jenis kelaminnya dibandingkan dengan anakan itik berusia satu minggu. Warna itik betina lebih terang dan bersih, sedangkan itik jantan lebih gelap. Jika diperhatikan suara anak itik betina lebih melengking. Cara lain adalah dengan melihat melalui anus dengan cara menekannya, meski cara ini cukup membuat itik tersiksa tapi cukup efektif. Itik jantan terlihat memiliki alat kelamin yang menonjol. Untuk membedakan anakan itik jantan dan betina bisa dilihat dari warna paruhnya. Itik Jantan cenderung lebih berwarna gelap sedang itik betina berwarna terang.
Analisa Bisnis
Meskipun ini adalah hitung-hitungan kasar tetapi bisa dipergunakan untuk menganalisa gambaran usaha penetasan telur itik ini. Diasumsikan kita akan menetaskan telur itik sejumlah 100 butir. Telur itik akan menetas dalam waktu 28 hari.
Biaya Yang dikeluarkan:
* 100 butir telur @Rp 1000 = Rp 100.000
* Listrik 28 Hari = Ro 15.000
* Operasional = Rp 15.000
* Total Pengeluaran = Rp 130.000
Hasil Yang diperoleh:
DOD Menetas diasumsikan 75% atau 75 ekor anakan itik (DOD) dari 75 ekor tersebut 38 Betina dan 37 Jantan.
* 38 ekor DOD Betina @Rp 5000 = Rp 190.000
* 37 ekor DOD Jantan @Rp 1500 = Rp 55.500
* Total hasil = Rp 245.500
Keuntungan yang diperoleh dari 100 butir telur itik selama sebulan Rp 245.500 – 130.000 = Rp 115.500. Jika jumlah telur yang dierami 1000 butir keuntungan yang bisa diperoleh juga 10 kali lipat dari itu yaitu Rp 1.115.500. Selamat Mencoba.
Sumber : http://galeriukm.web.id/
Labels:
Peluang Usaha,
Proposal Bisnis
04:06
Gemuknya Bisnis Penggemukan Kambing
Written By Cetakan Puding Silikon on Saturday, 7 March 2015 | 04:06
Kambing merupakan hewan yang terbanyak dibutuhkan masyarakat pada waktu
Hari Raya Kurban yang dilaksanakan oleh umat Islam di Indonesia. Selain
harganya yang lebih merakyat sebagian banyak umat Islam lebih merasa pas
dan mantap ketika mereka malaksanakan ibadah kurban dengan seekor
kambing untuk disembelih dan disedekahkan. Bukan saja saat Hari Raya
Kurban, kambing juga dibutuhkan masyarakat, peda saat aqiqoh seorang
anak pun kambing sangat dibutuhkan. Selain itu, dihari-hari biasa
kambing dibutuhkan untuk sate kambing, gule kambing, dan
pedagang-pedagang makanan yang berbahan dasar daging kambing.
Gambar Kandang Kambing 1 Gambar Kandang Kambing 2
Pemeliharaan kambing tidaklah sesulit budidaya ayam yang sangat rentan terhadap penyakit, asalkan dapat menjaga kebersihan kandang dan pakan itu sudah cukup. Banyak variasi jenis kambing yang ada di indonesia,diantaranya : kambing kacangan, kambing bligon, kambing PE, dan yang belum lama ini di impor kambing borr dari australia. Diantara jenis-jenis kambing yang ada tersebut kambing persilangan antara kambing kacangan dan kambing bligon yang paling cocok untuk digemukkan. Mengapa memilih kambing persilangan antara kambing kacangan dan kambing bligon karena selain harganya relatif lebih murah, kambing tersebut lebih cepat gemuk dengan pakan hijauan seadanya dan juga diberi pakan tambahan, seperti konsentrat kambing yang dicampur dengan ampas tahu.
Gambar Pakan & Kambing Gambar Kandang Kambing 3
Perkiraan Analisis Ekonomi :
MODAL AWAL
Tempat dan kandang Rp 10.000.000,00
Bibit kambing 20ekor @ Rp. 500.000 Rp 10.000.000,00
Total Rp 20.000.000,00
BIYAYA OPERASIONAL (4 Bulan)
Pakan : *
*Ampas Tahu @ Rp 10.000,-/ember X 120hari Rp 1.200.000,00
*Konsentrat @ zak 75000 X 4 zak Rp 300.000,00
*Hijauan Rp 500.000,00
Obat-obatan Rp 100.000,00
Gaji pegawai Rp 2.000.000,00
Penyusutan kandang Rp 400.000,00
Total Rp 4.500.000,00
OMZET
Setelah 4 bulan Rp 20.000.000,00
LABA BERSIH
Rp. 20.000.000 – Rp. 4.500.000 Rp 15.500.000,00
Laba bisa bersifat relatif karena ada beberapa kemungkinan perkiran aspek dan faktor.
Sumber :usahakecil.org
Gambar Kandang Kambing 1 Gambar Kandang Kambing 2
Pemeliharaan kambing tidaklah sesulit budidaya ayam yang sangat rentan terhadap penyakit, asalkan dapat menjaga kebersihan kandang dan pakan itu sudah cukup. Banyak variasi jenis kambing yang ada di indonesia,diantaranya : kambing kacangan, kambing bligon, kambing PE, dan yang belum lama ini di impor kambing borr dari australia. Diantara jenis-jenis kambing yang ada tersebut kambing persilangan antara kambing kacangan dan kambing bligon yang paling cocok untuk digemukkan. Mengapa memilih kambing persilangan antara kambing kacangan dan kambing bligon karena selain harganya relatif lebih murah, kambing tersebut lebih cepat gemuk dengan pakan hijauan seadanya dan juga diberi pakan tambahan, seperti konsentrat kambing yang dicampur dengan ampas tahu.
Gambar Pakan & Kambing Gambar Kandang Kambing 3
Perkiraan Analisis Ekonomi :
MODAL AWAL
Tempat dan kandang Rp 10.000.000,00
Bibit kambing 20ekor @ Rp. 500.000 Rp 10.000.000,00
Total Rp 20.000.000,00
BIYAYA OPERASIONAL (4 Bulan)
Pakan : *
*Ampas Tahu @ Rp 10.000,-/ember X 120hari Rp 1.200.000,00
*Konsentrat @ zak 75000 X 4 zak Rp 300.000,00
*Hijauan Rp 500.000,00
Obat-obatan Rp 100.000,00
Gaji pegawai Rp 2.000.000,00
Penyusutan kandang Rp 400.000,00
Total Rp 4.500.000,00
OMZET
Setelah 4 bulan Rp 20.000.000,00
LABA BERSIH
Rp. 20.000.000 – Rp. 4.500.000 Rp 15.500.000,00
Laba bisa bersifat relatif karena ada beberapa kemungkinan perkiran aspek dan faktor.
Sumber :usahakecil.org

Labels:
Proposal Bisnis
06:49
Tertarik? Disini Cetakan Kue Kering
Bisnis Plan Usaha Jualan Kue Kering
Written By Cetakan Puding Silikon on Saturday, 28 February 2015 | 06:49
Menjelang perayaan hari raya seperti lebaran, banyak peluang usaha musiman yang dapat dijalankan. Salah satunya yaitu peluang usaha kue kering.
Biasanya kue kering menjadi makanan favorit dan banyak dicari para
konsumen pada saat perayaan hari raya seperti pada saat lebaran. Tradisi
makanan wajib yang biasa dihidangkan pada saat lebaran, selain ketupat
opor biasanya juga dihidangkan berbagai macam kue kering seperti nastar,
kastengel, putri salju, kue sagu, kue lidah kucing, serta aneka macam kue lainnya.
Kebiasaan masyarakat tersebut menyebabkan permintaan akan kue kering
mampu meningkat tajam, bahkan hingga 200% dari permintaan pasar pada
hari – hari biasa. Tingginya permintaan pasar akan kue kering biasanya
dijadikan sebagai peluang untuk meraih untung dari usaha musiman tersebut.
Konsumen
Dengan tingginya permintaan konsumen akan kue kering menjelang lebaran, pelaku usaha kue
kering tidak perlu susah – susah mencari konsumen. Karena hampir semua
kalangan membutuhkan kue kering, dan tidak semua orang memiliki waktu
ataupun kemampuan dalam membuat kue kering. Sehingga mereka lebih
memilih membeli kue kering yang banyak ditemukan di pasaran, daripada
harus membuatnya sendiri. Disamping konsumen rumahan, permintaan akan
kue kering juga datang dari berbagai kantor yang menggunakan kue kering
sebagai parsel untuk para karyawannya.
Produk
Walaupun permintaan pasar akan kue kering sangatlah tinggi, namun
sebagai pelaku usaha Anda harus tetap memperhatikan kualitas produk kue
kering yang Anda produksi. Jika ingin menggunakan bahan tambahan
seperti bahan pengawet, bahan pewarna serta bahan pemanis pilihlah
bahan yang khusus untuk makanan. Sedangkan untuk pemilihan bahan baku,
gunakan bahan – bahan yang berkualitas,dan jangan lupa perhatikan masa
kadaluarsa bahan baku yang akan digunakan. Sehingga kue kering yang kita
hasilkan aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan para
konsumen.
Selain
kualitas produk, yang harus dipikirkan adalah kemasan produk yang
menarik untuk menguatkan minat pada konsumen pada produk yang kita
produksi. Karena biasanya hal pertama yang dilihat konsumen adalah
tampilan luar atau kemasan produknya. Untuk mempercantik penampilan kue kering
yang Anda pasarkan, dapat menggunakan berbagai macam bentuk toples
kedap udara atau bisa juga menggunakan toples mika yang ditutup rapat
dengan plester transparan. Untuk menambah nilai jual, Anda dapat
menambahkan hiasan ataupun mencantumkan merek kue kering yang Anda
produksi pada kemasan.
Pemasaran
- Tawarkan produk kue kering yang Anda produksi pada rekan kantor ataupun tetangga sekitar rumah Anda. Biasanya mereka akan lebih senang jika ditawari dengan cara memesan, sehingga mereka tidak perlu tenaga dan waktu untuk mencari kue kering di supermarket ataupun toko – toko roti.
- Cara yang kedua yaitu tawarkan produk Anda ke toko – toko roti, supermarket, ataupun tempat jasa pembuatan parsel. Pada saat menjelang lebaran, banyak toko dan tempat pembuatan parsel yang menerima stock kue kering dalam jumlah yang cukup besar.
- Cara yang ketiga yaitu menggunakan brosur dan katalog untuk menawarkan produk Anda melalui para agen, dengan memberikan imbalan tertentu untuk tiap penjualan.
- Cara yang keempat yaitu dengan menggunakan bantuan internet dalam memasarkan produk Anda. Sehingga dapat menjangkau pemasaran yang lebih luas, hingga ke berbagai daerah.
- Gunakan merek pada produk Anda, sehingga dapat mengenalkan dan menanamkan citra produk kue kering yang Anda produksi pada pasar.
Analisa Ekonomi
Misal sekali produksi, menghasilkan 200 toples dengan harga jual @ Rp 30.000,00
Modal awal
Oven Rp 3.000.000,00
Mixer Rp 2.000.000,00
10 Loyang @ Rp 30.000,00 Rp 300.000,00
5 Baskom @ 20.000,00 Rp 100.000,00
Kompor gas 1 tungku Rp 200.000,00
Bahan baku Rp 2.000.000,00
Kemasan Rp 1.000.000,00+
Total Rp.8.600.000,00
Pengeluaran
Bahan baku Rp 2.000.000,00
Kemasan Rp 1.000.000,00
Tenaga kerja 2 orang Rp 1.000.000,00
Listrik Rp 100.000,00
Gas elpiji Rp 14.000,00
Transport Rp 150.000,00
Promosi Rp 150.000,00+
Total Rp 4.414.000,00
Omset / produksi
( @ Rp 30.000,00 x 200 toples ) = Rp 6.000.000,00
Laba bersih / produksi
( Rp 6.000.000,00 – Rp 4.414.000,00 ) = Rp 1.586.000,00
Semoga dengan artikel peluang bisnis kue kering jelang lebaran, dapat
memberikan ide baru bagi Anda yang ingin menjalankan usaha. Salam
sukses.Tertarik? Disini Cetakan Kue Kering
Labels:
Proposal Bisnis
05:31
Bisnis Plan Sup Buah Segar, Pelajari Dan Nikmati
Written By Cetakan Puding Silikon on Monday, 23 February 2015 | 05:31
Bisnis minuman memang tak ada matinya sebab selalu muncul invosi baru
dan modalnya juga tak terlalu besar. Salah satu usaha bisnis minuman
yang memiliki prospek bisnis bagus dan unik adalah minuman sup buah.
Minuman khas bandung ini terbuat dari bermacam-macam buah namun tak sama
dengan es oyen.
Sup buah sangat segar di minum di tengah hari atau menjelang berbuka puasa. Rasa yang segar manis asam yang di hasilkan dari perpaduan antara buah-buahan manis, susu, sirup, dan susu kental. Supa buah sudah banyak terdapat di perkotaan mulai dari di pinggir jalan, sampai yang berada di rumah makan.
Sup buah banyak di sukai orang sebab di samping rasanya yang segar juga tentunya mengandung banyak vitamin sebab bahan-bahannya adalah buah-buahan segar,gula dan susu. Variasi buah yang menyegarkan dan susu yang menyehatkan menjadikan sup buah sangat cocok dan disukai dari anak-anak hingga orang tua.
Segarnya Bisnis minuman Sup Buah mirip dengan rasanya sebab prospek bisnis ini masa depannya segar dan cerah. Supa buah biasa dijual dengan harga permangkoknya Rp.5000. Buaha-buahan yang biasa di pakai adalah melon, apel, jeruk, anggur, mangga, pear, alpukat, semangka, stroberi, dan jambu biji. Untuk menjaga keaslian rasanya yang manis biasanya dibuatkan sirup sendiri.
Usaha sup buah selain mudah dijalankan juga modal yang diperlukan juga bisa di jangkau sebab hanya untuk belanja buah-buahan dan pemanisnya saja. Untuk tahap awal memang agak besar sedikit yaitu untuk membuat gerobak. Semua usaha pasti ada kelemahannya termasuk usaha jualan es sup buah ini. Kelemahannya adalah kondisi cuaca yang tak menentu sebab jika kondisi cuaca dingin atau hujan dapat menurunkan minat konsumen untuk minum es.
Berikut ini analisa bisnis jualan es sup buah.
Modal awal
Gerobak = Rp 2.700.000,00
Peralatan ( mangkok,sendok, pisau, dll) Rp 500.000,00
Meja dan kursi panjang dari kayu =Rp 350.000,00
Perlengkapan lain = Rp 50.000,00 +
Total = Rp 3.600.000,00
Penyusutan alat setelah pemakaian 1 tahun
= 1 / 12 x Rp 3.600.000,00 = Rp 300.000,00/ bulan
Omset per bulan
Omset per hari : 50 mangkok x Rp 5.000,00 = Rp 250.000,00
Omset per bulan : Rp 250.000,00 x 30 hari = Rp 7.500.000,00
Biaya operasional per bulan
Sewa tempat : Rp 150.000,00
Bahan baku :Rp 150.000/ hari x 30 Rp 4.500.000,00
Plastik : Rp 150.000,00
Penyusutan alat : Rp 300.000,00
Fee royalty 10 % x Rp 7.500.000,00 = Rp 750.000,00+
Total Rp 5.850.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 7.500.000,00 – Rp 5.850.000,00 = Rp 1.650.000,00
Nah itulah analisa bisnis jualan es sup buah yang sangat menyegarkan. Bagaimana, anda mau mencoba ?
Sup buah sangat segar di minum di tengah hari atau menjelang berbuka puasa. Rasa yang segar manis asam yang di hasilkan dari perpaduan antara buah-buahan manis, susu, sirup, dan susu kental. Supa buah sudah banyak terdapat di perkotaan mulai dari di pinggir jalan, sampai yang berada di rumah makan.
Sup buah banyak di sukai orang sebab di samping rasanya yang segar juga tentunya mengandung banyak vitamin sebab bahan-bahannya adalah buah-buahan segar,gula dan susu. Variasi buah yang menyegarkan dan susu yang menyehatkan menjadikan sup buah sangat cocok dan disukai dari anak-anak hingga orang tua.
Segarnya Bisnis minuman Sup Buah mirip dengan rasanya sebab prospek bisnis ini masa depannya segar dan cerah. Supa buah biasa dijual dengan harga permangkoknya Rp.5000. Buaha-buahan yang biasa di pakai adalah melon, apel, jeruk, anggur, mangga, pear, alpukat, semangka, stroberi, dan jambu biji. Untuk menjaga keaslian rasanya yang manis biasanya dibuatkan sirup sendiri.
Usaha sup buah selain mudah dijalankan juga modal yang diperlukan juga bisa di jangkau sebab hanya untuk belanja buah-buahan dan pemanisnya saja. Untuk tahap awal memang agak besar sedikit yaitu untuk membuat gerobak. Semua usaha pasti ada kelemahannya termasuk usaha jualan es sup buah ini. Kelemahannya adalah kondisi cuaca yang tak menentu sebab jika kondisi cuaca dingin atau hujan dapat menurunkan minat konsumen untuk minum es.
Berikut ini analisa bisnis jualan es sup buah.
Modal awal
Gerobak = Rp 2.700.000,00
Peralatan ( mangkok,sendok, pisau, dll) Rp 500.000,00
Meja dan kursi panjang dari kayu =Rp 350.000,00
Perlengkapan lain = Rp 50.000,00 +
Total = Rp 3.600.000,00
Penyusutan alat setelah pemakaian 1 tahun
= 1 / 12 x Rp 3.600.000,00 = Rp 300.000,00/ bulan
Omset per bulan
Omset per hari : 50 mangkok x Rp 5.000,00 = Rp 250.000,00
Omset per bulan : Rp 250.000,00 x 30 hari = Rp 7.500.000,00
Biaya operasional per bulan
Sewa tempat : Rp 150.000,00
Bahan baku :Rp 150.000/ hari x 30 Rp 4.500.000,00
Plastik : Rp 150.000,00
Penyusutan alat : Rp 300.000,00
Fee royalty 10 % x Rp 7.500.000,00 = Rp 750.000,00+
Total Rp 5.850.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 7.500.000,00 – Rp 5.850.000,00 = Rp 1.650.000,00
Nah itulah analisa bisnis jualan es sup buah yang sangat menyegarkan. Bagaimana, anda mau mencoba ?
Sumber : Bisnis Plan Sup Buah
Labels:
Peluang Usaha,
Proposal Bisnis
05:20
Bisnis Plan Juice Buah Segar Lengkap
Executive Summary
Sayuran
dan buah-buahan merupakan makanan sehat dan bergizi. Sayur dan buah
banyak mengandung vitamin dan mineral, diantaranya vitamin A pada
wortel, vitamin C pada jeruk, zat besi pada sayur bayam, dan masih
banyak lagi kandungan pada sayur dan buah yang bermanfaat untuk
kesehatan manusia. Sayur dan buah dapat dikonsumsi dengan dua cara
yaitu melalui proses memasak dan tidak. Sayur kebanyakan dikonsumsi
setelah melalui proses memasak, walaupun terdapat beberapa sayur yang
tidak melalui proses memasak seperti selada, kemangi, dan lain-lain.
Sedangkan buah lebih banyak dikonsumsi tanpa melalui proses memasak,
walaupun terdapat beberapa buah yang dikonsumsi setelah melalui
proses memasak seperti labu, wortel, dan lain-lain.
Sayur dan buah memiliki manfaat
bagi kesehatan manusia, diantaranya membantu perkembangan tubuh anak,
menjaga kesehatan organ-organ tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh,
memperlancar peredaran darah, dan sebagainya. Selain itu sayur dan
buah baik untuk diet. Banyak wanita yang menggunakan sayur dan buah
sebagai menu diet sehat. Namun walaupun banyak mengandung vitamin dan
mineral yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, masih terdapat
sejumlah besar manusia yang kurang menyukai sayur dan buah, terutama
sayuran hijau. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya tata
cara penyajian yang tidak bervariasi, rasa sayur atau buah tertentu
yang kurang disukai, bentuk penyajian yang kurang menarik, rasa sayur
yang berserat, dan lain-lain.
Berdasarkan
hal tersebut, perlu dibentuk suatu usaha berupa toko atau warung
makan yang menjual sayur dan buah yang menarik untuk dimakan, baik
dari segi tata cara penyajian, bentuk penyajian, dan rasa. Usaha
tersebut membentuk
sayur dan buah
sedemikian rupa menjadi makanan
dan minuman
yang bervariasi misalnya mie yang terbuat dari sayuran, kue2 yang
menggunakan bahan utama sayuran,
jus sayuran, jus buah, cake, dan sebagainya.
Sehingga bagi vegetarian ataupun orang-orang yang tidak suka sayur
dapat menikmati variasi makanan ini.
Segmen
pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah ke
bawah. Karena segmen masyarakat menengah ke atas pada
usaha seperti ini
(penyajian makanan bagi vegetarian)
sudah cukup banyak terutama di kota-kota besar sehingga pesaingnya
lebih banyak dibandingkan dengan segmen pasar menengah ke bawah.
Competitive advantage dalam usaha ini adalah differentiation
maksudnya yaitu usaha ini merupakan usaha yang berbeda dari jenis
usaha makanan lainnya karena fokus usaha ini adalah pada pengelolaan
sayur mayur dan
buah menjadi
makanan yang variatif dengan segmen pasar yang berbeda dari usaha
yang sudah ada sehingga pesaing di usaha ini masih sedikit.
Overview of The Business
Latar Belakang
Sayuran dan buah-buahan merupakan
makanan sehat dan bergizi. Sayur dan buah banyak mengandung vitamin
dan mineral, diantaranya vitamin A pada wortel, vitamin C pada jeruk,
zat besi pada sayur bayam, dan masih banyak lagi kandungan pada sayur
dan buah yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Sayur dan buah
dapat dikonsumsi dengan dua cara yaitu melalui proses memasak dan
tidak.
Sayur kebanyakan dikonsumsi
setelah melalui proses memasak, walaupun terdapat beberapa sayur yang
tidak melalui proses memasak seperti selada, kemangi, dan lain-lain.
Sedangkan buah lebih banyak dikonsumsi tanpa melalui proses memasak,
walaupun terdapat beberapa buah yang dikonsumsi setelah melalui
proses memasak seperti labu, wortel, dan lain-lain. Sayur dan buah
memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, diantaranya membantu
perkembangan tubuh anak, menjaga kesehatan organ-organ tubuh,
meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar peredaran darah, dan
sebagainya.
Selain untuk
kesehatan,
sayur dan buah baik untuk diet. Banyak wanita yang menggunakan sayur
dan buah sebagai menu diet sehat.Hal
ini dikarenakan dengan serat yang terkandung pada sayur dan buah
menunda rasa lapar seseorang. Rasa lapar tersebut tertunda karena
serat yang terkandung oleh sayur dan buah tidak dapat dicerna oleh
tubuh sehingga akan menempati ruang di lambung. Ruang yang terisi
oleh sayur dan buah tersebut menyebabkan seseorang akan merasa
kenyang sehingga sayur dan buah baik untuk diet disamping itu juga
mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan.
Manfaat yang dikandung oleh sayur
dan buah sangat banyak tidak hanya untuk kesehatan akan tetapi juga
untuk kecantikan. Namun
walaupun begitu,
masih
terdapat sejumlah besar orang
yang kurang menyukai sayur dan buah, terutama sayuran hijau. Adapun
faktor penyebab sayur dan buah kurang disukai yaitu diantaranya
tata cara penyajian yang tidak bervariasi, rasa sayur atau buah
tertentu yang kurang disukai, bentuk penyajian yang kurang menarik,
rasa sayur yang berserat, dan lain-lain.
Kategori berdasarkan umur yang
tidak menyukai sayur dapat diurutkan secara membesar sebagai berikut
yaitu remaja, anak-anak, dewasa dan orang tua. Berdasarkan kategori
tersebut tiga peringkat teratas adalah remaja, anak-anak dan dewasa.
Sedangkan pada tiga peringkat teratas tersebut adalah usia-usia
produktif dan calon-calon tunas bangsa berikutnya yang perlu
diberikan nutrisi yang bergizi tinggi dan sehat untuk mendukung
pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan otak.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan usaha ‘Warung Sehat’
yaitu :
- Mensosialisasikan hidup sehat dengan makan makanan bergizi
- Menyajikan menu makanan baru yang sehat dan bergizi
- Menyajikan menu sayur dan buah dengan tata cara penyajian yang menarik, enak, dan sehat baik berupa makanan atau minuman
- Menarik minat bagi orang yang kurang menyukai sayur dan buah
Manfaat usaha ‘Warung Sehat’
yaitu :
- Masyarakat hidup sehat dengan cara makan makanan bergizi
- Menu makanan baru yang sehat dan bergizi bagi vegetarian
- Memberikan menu alternatif untuk menikmati sayur dan buah dengan tata cara penyajian yang menarik, enak, dan sehat baik berupa makanan atau minuman
- Menu makanan baru yang sehat dan bergizi bagi semua orang
- Menarik minat bagi orang yang kurang menyukai sayur dan buah
Ruang Lingkup Bisnis
Warung Sehat merupakan suatu
tempat makan yang didesain bernuansa kafe akan tetapi sederhana.
Warung sehat menjual minuman dan makanan ringan dan berat dengan
bahan utama sayur dan buah. Makanan dan minuman disajikan dengan
tata cara penyajian yang menarik. Tata cara penyajian diperhatikan
mulai dari tempat makan seperti piring, gelas, sendok, garpu, kardus
tempat makanan yang dibawa pulang, tray,
pernak pernik penghias makanan.
Hal ini semuanya berguna untuk
mendukung penyajian makanan dan minuman agar menarik untuk dimakan
seperti susunan makanan, ataupun bentuk sayur dan buah yang dibentuk
agar menarik. Namun juga dengan tidak melupakan rasa dan kualitas
makanan dan minuman yang disediakan. Sayuran dan buah-buahan yang
disediakan adalah sayuran dan buah-buahan natural yaitu sayuran yang
dikembangkan dengan tidak menggunakan zat-zat kimiawi seperti pupuk
atau pembasmi hama. Sayur dan buah dikembangkan dengan menggunakan
pupuk alami juga pembasmi hama alami termasuk juga memperhatikan
pengelolaan tanah agar nutrisi di dalam tanah tidak habis dengan
menanam tanaman dengan jenis berbeda.
Makanan yang disediakan mulai
dari makanan ringan seperti keripik sayuran, kacang-kacangan sampai
dengan makanan berat seperti sandwitch, mie yang terbuat dari
umbi-umbian seperti ketela, dan menu-menu makanan lainnya yang bahan
utamanya diutamakan adalah sayuran dan buah-buahan. Minuman dan
makanan penutup yang disediakan yaitu jus buah, es buah, es puding,
puding, cake, dan lain-lain. Bahan-bahan yang digunakan dalam makanan
dan minuman yang dijual menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu
penggunaan gula pada minuman terdiri dari dua pilihan gula tebu, gula
biasa atau gula rendah kalori, begitu juga dengan penggunaan sirup
dapat dipilih yang rendah kalori atau bukan.
Aktivitas yang dilakukan meliputi
proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan
minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian. Sayur dan buah
didapat dari petani yang menanam tanamannya secara alami. Petani
seperti ini terdapat di lembang juga di sekitar puncak. Sehubungan
tempat penjualan adalah di Bandung, sehingga tempat penghasil bahan
utama tidak begitu jauh dari tempat penjualan. Proses memasak makanan
dilakukan dengan dua cara yaitu makanan dimasak terlebih dahulu dan
makanan baru dimasak saat dipesan.
Adapun makanan yang dimasak
terlebih dahulu seperti puding, cake, kuah mie, dan makanan lainnya
yang proses penyiapannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan
makanan yang dimasak saat dipesan seperti sandwitch, jus buah, dan
lain-lain. Proses penyajian dilakukan dengan tata cara penyajian yang
menarik. Bahan yang digunakan sebagai hiasan pada makanan dapat
berupa sayur atau buah yang dibentuk dengan bentuk menarik atau juga
berupa perlengkapan alat makan yang memiliki desain yang unik dan
menarik.
StakeHolder, Lokasi, Pendekatan Modal Usaha, Manajemen Bisnis
Usaha ‘Warung Sehat’ dimiliki
oleh satu orang sebagai pemilik usaha yang melakukan dan memantau
proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan
minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian juga mengatur
manajemen. Pemilik usaha dibantu oleh dua karyawan pada proses
memasak, pencarian sayur dan buah dan proses penyajian, dua karyawan
sebagai pelayan warung yang bertugas melayani pelanggan serta satu
orang yang bertugas sebagai kasir. Manajemen diatur oleh pemilik
usaha mulai dari modal, biaya belanja bahan makanan dan minuman, gaji
karyawan, pengaturan menu dan lainnya.
Bentuk badan usaha merupakan
badan usaha milik pribadi dengan modal milik pribadi. Usaha ‘Warung
Sehat’ masih membuka satu cabang utama yaitu di Bandung. Bandung
dipilih sebagai lokasi usaha karena Bandung merupakan ‘kota jajan’
sehingga banyak orang ke Bandung hanya untuk mencoba jajanan di
Bandung karena selain terdapat banyak macam jajanan juga jajanan yang
disediakan harganya terjangkau. Daerah yang dipilih sebagai tempat
usaha yaitu memiliki kriteria dekat dengan anak sekolah, mahasiswa,
dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung (dengan tujuan
biasanya untuk berbelanja, mencari jajanan, atau sekedar jalan-jalan)
dan masyarakat sekitar. Daerah yang cukup memenuhi empat kriteria
tersebut adalah daerah dago, yaitu disekitar factory outlet.
Warung Sehat merupakan suatu
tempat makan yang didesain bernuansa kafe akan tetapi sederhana
sehingga diharapkan dengan diletakkan pada daerah dengan kriteria
tersebut dapat menjangkau konsumen dengan kriteria tersebut. Anak
sekolah dan mahasiswa dapat berbelanja pada hari biasa dan hari libur
siang ataupun malam. Dengan lokasi yang berada di daerah dago maka
diperkirakan malam hari tetap akan ramai oleh mahasiswa atau anak
sekolah yang senang nongkrong. Sedangkan konsumen wisatawan dan
masyarakat sekitar diharapkan dapat berbelanja pada hari libur atau
akhir minggu. Hal ini disebabkan dua konsumen tersebut merupakan
orang-orang yang bekerja sehingga waktu kosongnya ada di akhir minggu
atau di hari libur.
Usaha Segmen
pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah ke
bawah. Karena segmen masyarakat menengah ke atas pada usaha ini sudah
cukup banyak terutama di kota-kota besar sehingga pesaingnya lebih
banyak dibandingkan dengan segmen pasar menengah ke bawah.
Competitive
advantage
dalam usaha ini adalah differentiation
maksudnya yaitu usaha ini merupakan usaha yang berbeda dari jenis
usaha makanan lainnya karena fokus usaha ini adalah pada pengelolaan
sayur mayur dan
buah menjadi
makanan dan minuman
yang
variatif dengan segmen pasar yang berbeda dari usaha yang sudah ada
sehingga pesaing di usaha ini masih sedikit.
Marketing Plan
Deskripsi Sektor Industri
Sektor Industri usaha ‘Warung
Sehat’ adalah usaha industri kecil dengan pegawai 4 orang. Bidang
usaha makanan khususnya di Bandung merupakan usaha yang sangat
berkembang. Perkembangan bisnis makanan sangat beraneka ragam.
Perkembangan bisnis makanan dengan fokus aneka ragam variasi menu
makanan dengan bahan utama sayur dan buah belum bisa dipastikan. Hal
ini dikarenakan bisnis ini merupakan bisnis baru, belum ada usaha
lain yang masuk di bidang ini. Usaha lain yang serupa dengan bidang
ini yaitu bidang usaha makanan untuk para vegetarian cukup
berkembang, namun bidang usaha ini belum ada di Bandung. Oleh karena
itu, dengan melihat latar belakang Bandung dan belum ada usaha lain
seperti usaha ini, usaha ini memiliki prospek yang baik.
Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi berkembang atau tidaknya usaha ini, yaitu :
- Munculnya kompetitor baru di bidang usaha yang sama karena usaha ini merupakan usaha baru dan relatif mudah untuk ditiru
- Lokasi merupakan faktor yang bisa menyebabkan bisnis ini berkembang atau tidak
- Inovasi merupakan hal yang sangat mempengaruhi karena inovasi bisa membantu memciptakan perbedaan atau kekhasan yang dapat menjadi kekuatan ‘Warung Sehat’
- Promosi merupakan hal yang perlu diperhatikan mengingat bisnis ini merupakan bisnis baru di bidangnya
- Variasi menu makanan karena dengan bahan utama sayur dan buah diperlukan menu makanan yang variatif untuk menarik konsumen
- Tata cara penyajian menu makanan, hal ini dapat mendukung variasi menu makanan
- Pelayanan yang ramah, hal ini dapat meningkatkan keloyalan konsumen dan sebagai media promosi karena promosi yang paling baik adalah melalui mulut ke mulut, jika pelanggan puas dengan produk yang ditawarkan ditambah dengan pelayanan yang memuaskan maka cenderung untuk mengajak relasi lainnya
Analisis Potensi Pasar, Konsumen dan Kompetitor
Target konsumen pada usaha
‘Warung Sehat’ yaitu anak sekolah, mahasiswa, dan wisatawan
domestik ataupun asing yang ke Bandung (dengan tujuan biasanya untuk
berbelanja, mencari jajanan, atau sekedar jalan-jalan) dan masyarakat
sekitar. Warung Sehat merupakan suatu tempat makan yang didesain
bernuansa kafe akan tetapi sederhana sehingga diharapkan dengan
diletakkan pada daerah dengan kriteria tersebut dapat menjangkau
konsumen dengan kriteria tersebut.
Anak sekolah dan mahasiswa dapat
berbelanja pada hari biasa dan hari libur siang ataupun malam. Dengan
lokasi yang berada di daerah dago maka diperkirakan malam hari tetap
akan ramai oleh mahasiswa atau anak sekolah yang senang nongkrong.
Sedangkan konsumen wisatawan dan masyarakat sekitar diharapkan dapat
berbelanja pada hari libur atau akhir minggu. Hal ini disebabkan dua
konsumen tersebut merupakan orang-orang yang bekerja sehingga waktu
kosongnya ada di akhir minggu atau di hari libur.
|
Market
Analysis
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2008
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
|
|
Potential
Customer
|
Growth
|
|
|
|
|
|
CAGGR
|
|
SMU
|
25%
|
22
|
28
|
35
|
44
|
55
|
25.74%
|
|
Mahasiswa
|
20%
|
25
|
30
|
36
|
43
|
52
|
20.09%
|
|
Wisatawan
|
15%
|
15
|
17
|
19
|
21
|
23
|
11.28%
|
|
Lainnya
|
10%
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
15.83%
|
|
Total
|
70%
|
67
|
71
|
97
|
116
|
139
|
72.94%
|
Usaha Segmen
pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah ke
bawah. Produk
‘Warung Sehat’ disesuaikan dengan target pasarnya, oleh karena
itu harga produk dapat terjangkau. Segmen
masyarakat menengah ke atas pada usaha ini sudah cukup banyak
terutama di kota-kota besar sehingga pesaingnya lebih banyak
dibandingkan dengan segmen pasar menengah ke bawah. Competitive
advantage
dalam usaha ini adalah differentiation
maksudnya yaitu usaha ini merupakan usaha yang berbeda dari jenis
usaha makanan lainnya karena fokus usaha ini adalah pada pengelolaan
sayur mayur dan
buah menjadi
makanan dan minuman
yang
variatif dengan segmen pasar yang berbeda dari usaha yang sudah ada
sehingga pesaing di usaha ini masih sedikit.
Program Marketing Fix
Produk
Makanan yang disediakan mulai
dari makanan ringan seperti keripik sayuran, kacang-kacangan sampai
dengan makanan berat seperti sandwitch, mie yang terbuat dari
umbi-umbian seperti ketela, dan menu-menu makanan lainnya yang bahan
utamanya diutamakan adalah sayuran dan buah-buahan. Minuman dan
makanan penutup yang disediakan yaitu jus buah, es buah, es puding,
puding, cake, dan lain-lain.
Bahan-bahan yang digunakan dalam
makanan dan minuman yang dijual menggunakan bahan-bahan alami. Selain
itu penggunaan gula pada minuman terdiri dari dua pilihan gula tebu,
gula biasa atau gula rendah kalori, begitu juga dengan penggunaan
sirup dapat dipilih yang rendah kalori atau bukan.Produk dapat
dipesan untuk dimakan di tempat ataupun di bawa pulang. Pemesanan
produk untuk dibawa pulang dan makan di tempat dilakukan di tempat
yang berbeda sehingga mendapat prioritas yang sama dan diharapkan
dapat memenuhi pesanan pelanggan secepatnya.
Harga
Secara
garis besar produk ‘Warung Sehat’ terbagi menjadi tiga, yaitu :
- Makanan berat memiliki harga berkisar Rp 10.000 - Rp 25.000
- Makanan ringan memiliki harga berkisar Rp 3.000 - Rp 15.000
- Minuman memiliki harga berkisar Rp 5.000 - Rp 15.000
Promosi
Beberapa
strategi promosi yang dilakukan pada pemasaran produk ‘Warung
Sehat’, yaitu :
- Pemesanan makanan berat untuk makan di tempat selama satu bulan gratis makanan ringan berupa keripik dan kacang-kacangan
- Penyebaran brosur dan leaflet di sekolah-sekolah, kampus dan factory outlet
- Pemasangan papan nama yang besar dengan nama ‘Warung Sehat’ yang besar dan berwarna cerah
- Pemasangan penerangan yang cukup mencolok pada malam hari
- Promosi tak langsung diharapkan melalui penyebaran dari mulut ke mulut
Tempat
Daerah yang dipilih sebagai
tempat usaha yaitu memiliki kriteria dekat dengan anak sekolah,
mahasiswa, dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung
(dengan tujuan biasanya untuk berbelanja, mencari jajanan, atau
sekedar jalan-jalan) dan masyarakat sekitar. Daerah yang cukup
memenuhi empat kriteria tersebut adalah daerah dago, yaitu disekitar
factory outlet.
Operation Plan
Kapasitas Produk dan Lokasi
Warung sehat menjual minuman dan
makanan ringan dan berat dengan bahan utama sayur dan buah. Makanan
dan minuman disajikan dengan tata cara penyajian yang menarik. Tata
cara penyajian diperhatikan mulai dari tempat makan seperti piring,
gelas, sendok, garpu, kardus tempat makanan yang dibawa pulang, tray,
pernak pernik penghias makanan. Hal ini semuanya berguna untuk
mendukung penyajian makanan dan minuman agar menarik untuk dimakan
seperti susunan makanan, ataupun bentuk sayur dan buah yang dibentuk
agar menarik. Namun juga dengan tidak melupakan rasa dan kualitas
makanan dan minuman yang disediakan.
Daerah yang dipilih sebagai
tempat usaha yaitu memiliki kriteria dekat dengan anak sekolah,
mahasiswa, dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung
(dengan tujuan biasanya untuk berbelanja, mencari jajanan, atau
sekedar jalan-jalan) dan masyarakat sekitar. Daerah yang cukup
memenuhi empat kriteria tersebut adalah daerah dago, yaitu disekitar
factory outlet. Kriteria tersebut dipilih berdasarkan analisis
kecenderungan konsumen dalam membeli suatu produk.
Anak-anak dan mahasiswa senang
akan nongkrong ataupun jajan sehingga menu-menu yang ada di ‘Warung
Sehat’dapat dijadikan alternatif menu makanan untuk jajan ataupun
teman nongkrong. Sedangkan para wisatawan domestic dan masyarakat
sekitar melakukan aktivitas liburan dengan tujuan refreshing oleh
karena mencari hal baru serta jajan, ngobrol sambil belanja merupakan
kombinasi yang sesuai bagi tipe konsumen tersebut.
Teknologi dan Proses Produksi
Teknologi
Teknologi yang
digunakan cukup sederhana yaitu hanya berupa peralatan memasak biasa.
Proses Produksi
Gambar 1
Proses Produksi
Aktivitas yang dilakukan meliputi
proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan
minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian. Sayur dan buah
didapat dari petani yang menanam tanamannya secara alami. Petani
seperti ini terdapat di lembang juga di sekitar puncak. Sehubungan
tempat penjualan adalah di Bandung, sehingga tempat penghasil bahan
utama tidak begitu jauh dari tempat penjualan. Proses memasak makanan
dilakukan dengan dua cara yaitu makanan dimasak terlebih dahulu dan
makanan baru dimasak saat dipesan. Terakhir, proses penyajian adalah
menyajikan hasil masakan berupa makanan atau minuman dengan hiasan
kepada pelanggan.
Peralatan dan Bahan Baku
Peralatan Utama yang digunakan,
yaitu :
- 2 unit kompor gas
- 1 unit lemari pendingin
- 1 unit microwave
- 50 set peralatan makan terdiri dari piring, gelas, sendok, dan garpu
- 50 gelas minuman panjang
- 4 set meja dan kursi (4 meja dan 16 kursi)
Peralatan Pendukung yang
digunakan, yaitu :
- Peralatan penyajian seperti sendok hias, sedotan hias, tusuk gigi, dan lain-lain
- Taplak meja
Bahan baku ‘Warung Sehat’
adalah sayur dan buah. Sayuran dan buah-buahan yang disediakan adalah
sayuran dan buah-buahan natural yaitu sayuran yang dikembangkan
dengan tidak menggunakan zat-zat kimiawi seperti pupuk atau pembasmi
hama. Sayur dan buah dikembangkan dengan menggunakan pupuk alami juga
pembasmi hama alami termasuk juga memperhatikan pengelolaan tanah
agar nutrisi di dalam tanah tidak habis dengan menanam tanaman dengan
jenis berbeda.
Sayur dan buah didapat dari
petani yang menanam tanamannya secara alami. Petani seperti ini
terdapat di lembang juga di sekitar puncak. Sehubungan tempat
penjualan adalah di Bandung, sehingga tempat penghasil bahan utama
tidak begitu jauh dari tempat penjualan. Sedangkan bahan pendukung
yaitu bahan-bahan pokok seperti gula, roti, garam, es, dan lain-lain
didapat dari pedagang lokal.
Kontinuitas suplai dijaga dengan
menjalin kerja sama dengan petani sayuran dan buah. Hal ini
dikarenakan adanya ketergantungan suplai sayur dan buah yang
ditumbuhkembangkan secara alami. Oleh karena itu, dengan adanya kerja
sama diharapkan petani dapat dengan rutin mensuplai bahan utama yaitu
sayur dan buah kepada ‘Warung Sehat’. Perjanjian kerja sama
didukung dengan adanya kontrak secara tertulis dan membina hubungan
yang saling menguntungkan. Petani mensuplai ‘Warung Sehat’ sayur
dan buah berkualitas secara berkelanjutan dan ‘Warung Sehat’ akan
memesan bahan baku utama hanya melalui petani-petani yang menjalin
kerja sama. Jika petani-petani tersebut berhalangan dalam penyediaan
bahan baku, maka ‘Warung Sehat’ berhak untuk membeli dari sumber
lain.
Organisasi dan Manajemen
Usaha ‘Warung Sehat’ dimiliki
oleh satu orang sebagai pemilik usaha yang melakukan dan memantau
proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan
minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian juga mengatur
manajemen. Pemilik usaha dibantu oleh dua karyawan pada proses
memasak, pencarian sayur dan buah dan proses penyajian, satu karyawan
sebagai pelayan warung yang bertugas melayani pelanggan. Manajemen
diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya belanja bahan
makanan dan minuman, gaji karyawan, pengaturan menu dan lainnya.
Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan modal
milik pribadi
Untuk menjalankan perusahaan ini,
maka ‘Warung Sehat’ akan mencari 3 orang staff.
|
Personnel Plan |
|
|
|
|
|
2008 |
2009 |
2010 |
|
Manager |
Rp21,600,000 |
Rp21,600,000 |
Rp25,200,000 |
|
Staff |
Rp15,600,000 |
Rp16,800,000 |
Rp16,800,000 |
|
Total People |
4 |
4 |
4 |
|
Total Payroll |
Rp37,200,000 |
Rp38,400,000 |
Rp42,000,000 |
Jadwal Implementasi
Uraikan kegiatan yang akan
dilakukan dari start sampai running operation?Bagamana jadwal rencana
implementasinya?
Adapun kegiatan yang akan
dilakukan yaitu :
|
Fase |
Tanggal |
Kegiatan |
|
Perencanaan |
1
Februari 2008 |
Eksplorasi
dan Penyiapan menu
|
|
|
7
Februari 2008 s/d 13 Maret 2008 |
Pembelian
asset seperti tempat, peralatan masak, peralatan makan, meja
kursi, dll |
|
|
1
Maret 2008 |
Pencarian
tenaga kerja |
|
|
10
Maret 2008 |
Percobaan
Menu Final |
|
|
13
Maret 2008 |
Pembuatan
media promosi |
|
Pelaksanaan |
17
Maret 2008 |
Pembukaan
Perdana ‘Warung Sehat’ |
|
|
17
Maret 2008 s/d 17 April 2008 |
Promosi |
|
Kontrol |
17
April 2008 s/d seterusnya |
Monitoring
kegiatan penjualan, menu dan promosi |
Financial Performance
Permodalan
Struktur Permodalan merupakan
modal sendiri, dimiliki oleh Ratih Amelia sebesar Rp 100.000.000,-
sehingga dapat memenuhi pengeluaran yang dibutuhkan.
|
Start-up
|
|
|
|
|
|
Requirements
|
|
|
|
|
|
Start-up
Expenses
|
|
|
Legal
|
Rp300,000
|
|
Stationery,
dll.
|
Rp500,000
|
|
Rent
|
Rp6,000,000
|
|
Building
Reconstruction and Improvement
|
Rp2,000,000
|
|
Cashir
Machine
|
Rp1,500,000
|
|
Microwave
and Refrigerator
|
Rp3,000,000
|
|
Gas
Stove
|
Rp700,000
|
|
Eating
Set
|
Rp5,000,000
|
|
Table
and Chair
|
Rp3,000,000
|
|
Other
|
Rp5,000,000
|
|
Total
Start-up Expenses
|
Rp27,000,000
|
|
|
|
|
Start-up
Assets
|
|
|
Cash
Required
|
Rp1,000,000
|
|
Other
Current Assets
|
Rp0
|
|
Long-term
Assets
|
Rp12,000,000
|
|
Total
Assets
|
Rp13,000,000
|
|
|
|
|
Total
Requirements
|
Rp40,000,000
|
BEP
Proyeksi keuangan ‘Warung
Sehat’ akan didasarkan pada beberapa asumsi berikut ini:
- Tingkat suku bunga stabil sebesar 5,75%
- Rata-rata penjualan dalam sehari adalah 10-30 Makanan Berat, 10-20 Minuman dan 10-20 Makanan Ringan
|
Break Even Analysis |
|
|
Monthly Unit Break Even |
233
|
|
Monthly Revenue Break
Even |
Rp1,162,800
|
|
|
|
|
Assumptions |
|
|
Average per unit revenue |
Rp5,000
|
|
Average per unit variable
cost |
Rp700
|
|
Fixed cost |
Rp1,000,000
|
Milestone
Tabel berikut ini
memperlihatkan beberapa milestones yang penting dalam perencanaan dan
implementasi ‘Warung Sehat’
|
Milestone |
Start Date |
End Date |
Budget |
Manager |
Department |
|
Complete Business Plan |
16-January-08
|
16-January-08
|
Rp0.00
|
Ratih Amelia
|
|
|
Planning |
01-February-08
|
01-March-08
|
Rp4,000,000
|
Ratih Amelia
|
Owner
|
|
Hire staff |
01-March-08
|
07-March-08
|
Rp1,500,000
|
Ratih Amelia
|
Owner
|
|
Distribute flyer |
07-March-08
|
10-March-08
|
Rp100,000
|
Staff
|
Management
|
|
Buy All Equipment |
07-February-08
|
13-March-08
|
Rp7,000,000
|
Ratih Amelia
|
Manager
|
|
Open for Bussiness |
17-March-08
|
17-March-08
|
Rp0.00
|
Staff
|
Management
|
|
Next promotion |
17-March-08
|
17-April-08
|
Rp500,000
|
Staff
|
Management
|
|
Start Laundry Business |
07-March-08
|
07-March-08
|
|
Staff and
Manager
|
Manager
|
|
Total |
|
|
Rp9,100,000
|
|
|
Sales Forecast
‘Warung
Sehat’
diperkirakan
adanya kenaikan
jumlah penjualan sebesar 10-20%
per tahun.
-
Sales Forecast
FY 2008FY 2009FY 2010FY 2011FY 2012Unit SalesMakanan Berat4,4755,0506,1207,1008,400Makanan Ringan2,9003,2003,5004,0004,500Minuman2,9003,2003,5004,0004,500Total Unit Sales10,27511,45013,12015,10017,100
Unit PricesFY 2008FY 2009FY 2010FY 2011FY 2012Makanan BeratRp10,000.00Rp10,000.00Rp10,000.00Rp10,000.00Rp10,000.00Makanan RinganRp4,000.00Rp4,000.00Rp4,000.00Rp4,000.00Rp4,000.00MinumanRp5,000.00Rp5,000.00Rp5,000.00Rp5,000.00Rp5,000.00SalesMakanan BeratRp44,750,000Rp50,500,000Rp61,200,000Rp71,000,000Rp84,000,000Makanan RinganRp11,600,000Rp12,800,000Rp14,000,000Rp16,000,000Rp18,000,000MinumanRp14,500,000Rp16,000,000Rp17,500,000Rp20,000,000Rp22,500,000Total SalesRp70,850,000Rp79,300,000Rp92,700,000Rp107,000,000Rp124,500,000Direct Unit CostsFY 2008FY 2009FY 2010FY 2011FY 2012Makanan BeratRp6000Rp6000Rp6000Rp6000Rp6000Makanan RinganRp2500Rp2500Rp2500Rp2500Rp2500MinumanRp2500Rp2500Rp2500Rp2500Rp2500Direct Cost of SalesFY 2008FY 2009FY 2010FY 2011FY 2012Makanan BeratRp26,850,000Rp30,300,000Rp36,720,000Rp42,600,000Rp50,400,000Makanan RinganRp7,250,000Rp8,000,000Rp8,750,000Rp10,000,000Rp11,250,000MinumanRp7,250,000Rp8,000,000Rp8,750,000Rp10,000,000Rp11,250,000Subtotal Direct Cost of SalesRp41,350,000Rp46,300,000Rp54,120,000Rp62,600,000Rp72,900,000
Projected Profit and Loss
|
Pro Porma Profit and Loss |
|
|
|
|
|
2006
|
2007
|
2008
|
|
Sales |
Rp70,850,000
|
Rp79,300,000
|
Rp92,700,000
|
|
Direct Cost of Sales |
Rp41,350,000
|
Rp46,300,000
|
Rp54,120,000
|
|
Other |
Rp0
|
Rp0
|
Rp0
|
|
|
|
|
|
|
Total Cost of Sales |
Rp41,350,000
|
Rp46,300,000
|
Rp54,120,000
|
|
Gross Margin |
Rp29,500,000
|
Rp33,000,000
|
Rp38,480,000
|
|
Gross Margin % |
41.63
|
41.63
|
41.51
|
|
Expenses: |
|
|
|
|
Payroll |
Rp25,200,000
|
Rp27,400,000
|
Rp30,000,000
|
|
Depreciation |
Rp1,000,000
|
Rp1,000,000
|
Rp1,000,000
|
|
Utilities |
Rp1,500,000
|
Rp2,000,000
|
Rp2,000,000
|
|
Total Operating Expenses |
Rp27,700,000
|
Rp30,400,000
|
Rp33,000,000
|
|
|
|
|
|
|
Profit Before Taxes and
Interest |
Rp1,800,000
|
Rp2,600,000
|
Rp5,480,000
|
|
Interest Expenses |
Rp0
|
Rp0
|
Rp0
|
|
Taxes incurred |
Rp2,000,000
|
Rp2,000,000
|
Rp2,000,000
|
|
Net Profit |
-Rp200,000
|
Rp600,000
|
Rp3,480,000
|
|
Net Profit/sales |
-0.28
|
0.75
|
3.75
|
Proyeksi dan Cash Flow
|
Pro Forma Cash Flow |
|
|
|
|
|
2007
|
2008
|
2010
|
|
Cash Received |
|
|
|
|
Cash fom operations: |
|
|
|
|
Cash Sales |
Rp70,850,000
|
Rp79,300,000
|
Rp92,700,000
|
|
Cash from receivables |
Rp0
|
Rp0
|
Rp0
|
|
Subtotal Cash from
operations |
Rp70,850,000
|
Rp79,300,000
|
Rp92,700,000
|
|
Additional Cash Received |
Rp0
|
Rp0
|
Rp0
|
|
Subtotal Cash Received |
Rp70,850,000
|
Rp79,300,000
|
Rp92,700,000
|
|
|
|
|
|
|
Expenditures |
|
|
|
|
Expenditures from
Operations |
|
|
|
|
Cash Spending |
Rp41,350,000
|
Rp46,300,000
|
Rp54,120,000
|
|
Payment of Account
Payable |
Rp25,200,000
|
Rp27,400,000
|
Rp30,000,000
|
|
Subtotal Spent on
Operations |
Rp66,550,000
|
Rp73,700,000
|
Rp84,120,000
|
|
Additional Cash Spent |
Rp4,250,000
|
Rp4,500,000
|
Rp5,840,000
|
|
Subtotal Cash Spent |
Rp70,800,000
|
Rp78,200,000
|
Rp89,960,000
|
|
|
|
|
|
|
Net Cash Flow |
Rp50,000
|
Rp1,100,000
|
Rp2.740,000
|
|
Cash Balance |
Rp350,000
|
Rp1,450,000
|
Rp4,190,000
|
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
penghitungan penjualan dan biaya yang dikeluarkan, usaha ‘Warung
Sehat’ layak untuk didirikan. Adapun beberapa hal yang harus
diperhatikan yaitu :
- Perlunya penangan biaya operasional sekecil mungkin, terutama yang berkaitan dengan biaya pembuatan makanan dan minuman
- Peninjauan lokasi yang sesuai dengan target
- Penanganan biaya asset sekecil mungkin
- Peningkatan kualitas dari produk yang dihasilkan
- Peningkatan pelayanan
Labels:
Peluang Usaha,
Proposal Bisnis



.jpg)