http://dvdmurottal4mode.blogspot.com/

Home » » Cara Google Memantau KPI Karyawan

Cara Google Memantau KPI Karyawan

Written By Denie Denie on Thursday, 10 September 2015 | 13:03

etika Google masih berusia kurang dari setahun, John Doerr, salah satu investor Google, membuat presentasi untuk perusahaan dengan menggunakan sistem organisasi yang disebutObjectives and Key Results, atau OKR.1
Ide tentang sistem OKR sendiri datang dari dalam Intel. Google langsung menerapkan sistem ini  dan telah menggunakannya cukup lama. OKR adalah sebuah cara sederhana untuk menciptakan struktur dasar bagi perusahaan, tim dan individu. Walaupun perusahaan Anda tidak mengadopsi OKR, tanpa disadari, values dari OKR dengan sendirinya terserap pada kehidupan pribadi Anda atau diri Anda di lingkungan kerja.
Artikel ini dibuat berdasarkan presentasi dari Mitra Google Ventures, Rick Klau, mengenai bagaimana cara OKR bekerja pada tahun sebelumnya. Cukup menarik melihat bagaimana Google beroperasi menggunakan sistem ini. Tak hanya untuk Google, sistem ini juga bermanfaat untuk berbagai jenis perusahaan dan banyak orang, atau bagi mereka yang ingin menciptakan suatu hal sederhana dan mudah diikuti, hingga bisa menyelesaikan hal-hal yang ada.2
Berikut adalah cara OKR bekerja:
Pertama, Anda harus memiliki sebuah ‘tujuan’ (objective). Selanjutnya, siapkan target atau‘key results’ yang bersifat kuantitatif atau dalam bentuk angka, sehingga Anda lebih termotivasi untuk mewujudkan tujuan Anda.
Tujuan yang Anda buat harus bisa diuraikan dan terukur. Jangan menetapkannya dengan kualitatif, misalnya, ingin menyulap situs Anda agar cantik dan menarik. Tetapkan jika Anda ingin menjadikan situs Anda 30% lebih cepat. Atau, Anda ingin meningkatkan pertumbuhan situs Anda sebesar 15%.
Ketika Klau bekerja untuk Blogger di Google, ia menetapkan beberapa tujuan untuk setiap kuartal tertentu.
Salah satu objective yang ia canangkan adalah meningkatkan reputasi Blogger.com. Meskipun situs itu sudah cukup besar, namun perlahan Blogger mulai kehilangan ‘nama’nya jika dibanding dengan Tumblr, yang popularitasnya mulai menanjak.3
Untuk mengukur reputasi Blogger, Klau menawarkan empat penilaian, yang bisa dilihat dari slide di sebelah kanan.
Klau mengatakan Google menerapkan OKR dalam periode setiap tahun, dan setiap kuartalnya. Untuk setiap tahunnya, OKR selalu menjadi suatu hal yang besar, sebuah sistem terbaik selama bertahun-tahun. Dan, OKR tidak diatur atau diterapkan dengan kaku, ia dapat berkembang setiap tahunnya. Itu sebabnya, sistem OKR masih dipakai untuk tiap kuartal.
Ia juga mengatakan jika Google memiliki OKR sampai level perusahaan, pada level kerja sama tim, level organisasi, juga level personal. Seluruhnya saling terkait dan melengkapi dalam menjaga jalannya perusahaan.
Klau juga menambahkan bahwa karyawan harus mempunyai setidaknya 4 sampai 6 poin OKR untuk tiap kuartalnya. Namun, jika seseorang memiliki poin OKR lebih dari itu, seseorang bisa kewalahan dengan sendirinya.
Pada akhir kuartal, Anda juga harus menilai target atau ‘key result’ Anda. Google memiliki skala 0-1. Target Google bukanlah untuk mendapat nilai 1 pada setiap target ‘key result’, yang diperhatikan Google adalah nilai 0,6 – 0,7. Karena, jika Anda mendapat nilai 1, itu bisa diasumsikan jika Anda sudah terlalu mudah menetapkan target ‘key result’.  Jika Anda mendapatkan nilai dibawah 0,4, maka Anda perlu untuk lebih serius melihat apa yang salah dengan proses kerja Anda.4
Jadi, kembali lagi pada contoh Klau, kita bisa melihat sebaik apa ia mengeksekusi targetnya. Mulai dari hal-hal yang bisa ia tangani dengan baik, seperti memberi pelatihan atau memberikan speech terkait perusahaan di banyak acara, hal itu pun membuatnya sudah mendapat nilai 1. Ia memang kesulitan untuk mendapatkan angka OKR baik untuk point DMCA (Digital Millenium Copyright Act), di mana ia harus menurunkan konten-konten di blogger yang melanggar copyright orang lain, tetapi kesulitan yang ia hadapi terasa masuk akal karena itu adalah hal yang sulit.
Klau juga mengatakan bahwa penilaian terhadap target, pastilah memakan waktu. Tapi jangan hanya terpaku dan khawatir terlalu lama akan penilaian, lebih baik Anda gunakan waktu Anda untuk bekerja keras mewujudkan target yang ada.
Di Google, semua OKR yang ada, bersifat publik di bawah pengawasan Larry Page. Anda bisa mencari apa OKR yang rekan kerja Anda terapkan di bawah direktori karyawan. Dan, itu juga menjadi bagian dari profil internal mereka. Anda tidak hanya bisa melihat apa OKR mereka, tapi Anda juga bisa menilai pencapaian mereka selama bertahun-tahun lewat OKR mereka.5
Hal ini mungkin tampak mengerikan, tapi itu membantu Google dalam memahami apa yang dikerjakan orang-orangnya.
Klau menjelaskan jika suatu waktu, ia pernah bertugas untuk suatu page di You Tube. Saat itu, beberapa rekan kerjanya ingin mempromosikan produk mereka dengan membuat video di You Tube. Jika begitu, mereka bisa mengecek kembali OKR mereka, menelusuri apa yang sudah mereka berikan pada kuartal tertentu, lalu kemudian mereka bisa mempresentasikan pencapain mereka itu agar bisa mendapat tempat untuk mempromosikan produk mereka di You Tube. Atau jika tidak, mereka bisa mulai untuk menanam ide di kepala agar bisa membuat OKR di kuartal selanjutnya.
OKR tidak dijadikan manajemen sebagai promosi kenaikan jabatan. Tapi, tim manajemen bisa menggunakan OKR pada karyawan mereka untuk mengetahui apa saja yang telah mereka capai. Klau mengatakan jika ia ingin mendapatkan promosi, ia akan menerapkan sistem yang mudah ia akses untuk mencari tahu apa yang telah ia kontribusikan bagi 6perusahaannya. Dan, itu bisa dilakukan lewat sistem OKR.
Ini mungkin terdengar sederhana dan biasa, tapi di sinilah letak daya tariknya. Karenanya, Anda bisa membuat daftar singkat mengenai hal-hal yang bisa memotivasi dan memusatkan perhatian Anda pada pekerjaan Anda.


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pengusaha Muslim Kalimantan Barat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger