http://dvdmurottal4mode.blogspot.com/

Home » » Social Collaboration

Social Collaboration

Written By Denie Denie on Friday, 20 March 2015 | 02:18

Jika ada tantangan yang dilakukan oleh begitu banyak orang di dunia ini, mungkin adalah Ice Bucket Challenge. Ini adalah tantangan menyiram seember air es ke kepala yang kemudian difilmkan dan dimasukkan ke media sosial. Orang yang melaksanakan tantangan itu kemudian bisa menantang hal yang sama kepada orang lain.
Tentu saja tantangan tersebut bukan dilakukan tanpa arti. Tantangan ini dilakukan sebagai dukungan dan donasi bagi penelitian terhadap amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang merupakan penyakit pada syaraf motorik manusia dan mengakibatkan kelumpuhan seperti dialami oleh Stephen Hawking. Pilihan bagi orang yang ditantang melakukan ini adalah: melaksanakan tantangan tanpa harus melakukan donasi, melaksanakan tantangan dan tetap melakukan donasi sebesar US$10, atau tidak melaksanakan tantangan tapi membayar donasi sebesar US$100.
Pada pelaksanaannya tentu saja tidak harus mengikuti pakem yang telah dibuat. Kenyataannya ada yang tetap menjalankan tantangan dan membayar donasi US$100 karena ini bukan tantangan dengan aturan yang baku, dan lebih menekankan keprihatinan bersama atas penyakit ALS. Dimulai pada sekitar Juni 2014, pada bulan Agustus saja telah diunggah 1,2 juta video dan kabarnya menghasilkan donasi lebih dari US$80 juta untuk ALS Association.
Orang-orang terkenal, mulai dari artis, olahragawan, sampai bekas presiden ikut menerima tantangan ini. Justin Bieber, Russell Brand, George Bush Jr, Leonardo DiCaprio, Messi, Neymar, CR7, dan lain-lain. Bahkan proses viral dari video ini sudah mencapai banyak negara di dunia termasuk di Asia dan Indonesia. Daniel Mananta, mantan DJ MTV, termasuk yang melakukannya dan bahkan menantang Jokowi dan Prabowo untuk juga melakukannya.
Ice Bucket Challenge ini pun ternyata menjadi cara untuk “mendamaikan” beberapa brand yang bersaing. Samsung misalnya, mengambil tantangan ini dan kemudian menominasikan kompetitornya, seperti iPhone dan Nokia untuk melakukan hal yang sama. Hal ini dilakukan Samsung untuk menunjukkan kualitas Samsung yang tahan air. Memang Ice Bucket Challenge ini tidak sekadar diikuti oleh orang, tetapi juga oleh brand-brand besar. Salah satunya dilakukan pula oleh McDonald’s yang menampilkan Ronald McDonald’s ikut melaksanakan tantangan ini.
Social CollaborationIce Bucket Challenge menjadi contoh bagaimana social collaboration campaign menjadi fenomena baru marketing. Social collaboration adalah proses dimana orang-orang saling berinteraksi, berbagi informasi, dan melakukan hal bersama-sama untuk tujuan bersama. Social collaboration campaign ini dapat terjadi dengan bantuan internet, sehingga orang-orang yang terlibat di dalamnya bisa berinteraksi dan merespons dengan cepat. Social collaboration campaign sebenarnya juga sudah dilakukan di Indonesia seperti bersama-sama mendukung gerakan antinarkoba, gerakan peduli AIDS, dan lain-lain.
Dengan adanya internet, social collaboration campaign kemudian tidak terbatas di satu area tertentu saja, tetapi sudah melampaui batas-batas negara. Social collaboration campaign ini bisa menjadi kampanye marketing yang efektif jika dilakukan secara tepat, karena membutuhkan partisipasi aktif dari orang-orang yang melakukan secara independen.
Aktivitas marketing memang sudah melampaui batas-batas apa pun di dunia ini. Seperti Ice Bucket Challenge, setiap orang dari berbagai profesi di seluruh dunia saling memarketingkan fenomena ALS tersebut demi kebaikan dunia. Akhirnya kita memang merasakan bahwa bumi ini semakin lama semakin kecil dan mendekatkan kita satu sama lain sebagai makhluk sosial.

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pengusaha Muslim Kalimantan Barat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger